Sudah Dibayar Lunas, Proyek Puskesmas Bonjol Pasaman Masih Sisakan Temuan Kekurangan Volume

Redaksi

- Editor

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, PASAMAN – LSM P2NAPAS (Perkumpulan Pemuda Nusantara Pasaman) mempertanyakan akuntabilitas pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman dalam pelaksanaan proyek Rehabilitasi/Penambahan Ruang Puskesmas Bonjol, setelah ditemukan adanya kekurangan volume pekerjaan senilai Rp51.604.996,52.

 

Ketua Umum LSM P2NAPAS, Ahmad Husein Batu Bara, menilai temuan tersebut menjadi perhatian publik karena proyek dengan nilai kontrak Rp2.944.998.000,00 itu telah dinyatakan selesai 100 persen dan dibayarkan penuh oleh pemerintah daerah.

 

“Yang menjadi sorotan publik bukan hanya nilai Rp51,6 juta, tetapi bagaimana kekurangan volume pekerjaan ini bisa lolos dari proses pengawasan hingga pekerjaan dinyatakan selesai dan dibayar lunas,” ujar Ahmad Husein kepada media, Selasa (23/6/2026).

 

Berdasarkan data yang dihimpun, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV IS melalui mekanisme e-purchasing berdasarkan kontrak tertanggal 18 Juli 2025 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.

 

Dalam perjalanannya, kontrak mengalami dua kali adendum hingga menjadi 165 hari kalender. Pekerjaan kemudian dinyatakan selesai melalui Berita Acara Serah Terima Pekerjaan (PHO) pada 29 Desember 2025 dan dibayarkan 100 persen pada 31 Desember 2025.

 

Namun hasil pemeriksaan fisik pada 14 Februari 2026 oleh BPK RI bersama pihak terkait menemukan adanya kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp51.604.996,52.

 

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan proyek di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, terutama dalam memastikan kesesuaian antara pekerjaan yang dilaksanakan dengan kontrak yang telah ditetapkan.

 

Ahmad Husein menegaskan bahwa setiap proyek pemerintah harus dilaksanakan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara volume pekerjaan dan pembayaran.

 

“Jika pekerjaan sudah diperiksa oleh konsultan pengawas, PPTK, KPA, dan sudah melalui PHO, maka publik wajar mempertanyakan mengapa masih ditemukan kekurangan volume setelah pembayaran dilakukan,” tegasnya.

Baca Juga :  LSM P2NAPAS Surati Kejati Sumbar, Pertanyakan Berkas P21A PETI Pasaman Barat

 

P2NAPAS juga menyoroti peran konsultan pengawas yang dinilai memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis dan volume yang tercantum dalam kontrak.

 

“Pengawasan tidak boleh hanya menjadi formalitas. Karena ini menyangkut penggunaan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, P2NAPAS meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman segera memberikan penjelasan resmi serta langkah tindak lanjut atas temuan tersebut, termasuk upaya pemulihan kekurangan volume pekerjaan dan evaluasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan maupun pengawasan proyek.

 

LSM P2NAPAS menegaskan bahwa kritik ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial masyarakat, bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan untuk memastikan tata kelola anggaran berjalan sesuai prinsip good governance.

 

“Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Namun publik berhak mendapatkan kejelasan atas proyek yang sudah selesai dan dibayar penuh tetapi masih menyisakan temuan,” ujar Ahmad Husein.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman belum memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi yang telah disampaikan media terkait temuan tersebut.

 

(Edriadi lubis)

Penulis : Edriadi lubis

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyiapan Lahan Selesai, Inisiatif MDA Bawa Wajah Baru Lanai Hilir
Tangis Ibu-Ibu Tambang Rakyat: Harapan Hidup Ribuan Keluarga Menanti Solusi Pemerintah
Jalan Sempit dan Rusak, Truk Miring Hambat Perjalanan di Panti–Simpang Empat
Momen Kebanggaan: Tiga Siswi Terbaik Kelas VII-3 Dapat Apresiasi Sekolah
Puncak Panaroma Dua Koto: Pesona Senja Emas yang Jadi Andalan Wisata Pasaman
Saat Bupati Harus Mengurus Stok Obat, Publik Pertanyakan Pengawasan Kesehatan di Pasaman
Keluhan Obat Kosong Mencuat, Dinkes Pasaman: Pengadaan Obat RSUD Sudah Menjadi Kewenangan BLUD
Sumatera Gelap, P2NAPAS Surati Dirut PLN, Desak Kompensasi bagi 1,96 Juta Pelanggan PLN Sumatera Barat
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:38 WIB

Penyiapan Lahan Selesai, Inisiatif MDA Bawa Wajah Baru Lanai Hilir

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:59 WIB

Sudah Dibayar Lunas, Proyek Puskesmas Bonjol Pasaman Masih Sisakan Temuan Kekurangan Volume

Senin, 22 Juni 2026 - 18:53 WIB

Tangis Ibu-Ibu Tambang Rakyat: Harapan Hidup Ribuan Keluarga Menanti Solusi Pemerintah

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:06 WIB

Jalan Sempit dan Rusak, Truk Miring Hambat Perjalanan di Panti–Simpang Empat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:54 WIB

Momen Kebanggaan: Tiga Siswi Terbaik Kelas VII-3 Dapat Apresiasi Sekolah

Berita Terbaru

Sumatera Barat

Penyiapan Lahan Selesai, Inisiatif MDA Bawa Wajah Baru Lanai Hilir

Selasa, 23 Jun 2026 - 19:38 WIB