Proyek Parit Jalan Provinsi di Lembah Sorik Marapi Disorot Warga, Material Dinilai Ganggu Pengguna Jalan

Penulis

- Editor

Jumat, 11 September 2026 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompasreal.idMandailing Natal – Pengerjaan proyek pembangunan parit di ruas jalan provinsi sepanjang sekitar 900 meter di kawasan Jembatan Merah/Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mendapat sorotan dari sejumlah warga dan insan pers, Jumat (11/9/2026).

Sorotan tersebut terutama menyangkut penempatan material bangunan di sekitar lokasi pekerjaan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Sejumlah material terlihat berada di sisi badan jalan dan sebagian disebut memakan ruang jalur lalu lintas.

Kondisi itu dikhawatirkan dapat menghambat kelancaran arus kendaraan, terutama ketika volume lalu lintas meningkat. Kekhawatiran juga muncul pada malam hari karena kondisi penerangan di sekitar lokasi serta rambu-rambu pengamanan pekerjaan dinilai masih minim.

Selain persoalan keselamatan dan penempatan material, warga juga mempertanyakan transparansi informasi terkait proyek tersebut. Pasalnya, di lokasi pekerjaan belum terlihat papan informasi proyek yang memuat keterangan mengenai kegiatan pembangunan.

Papan informasi proyek pada umumnya diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui informasi dasar pekerjaan, seperti sumber pendanaan, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, serta pihak pelaksana kegiatan.

Ketiadaan informasi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh gambaran yang jelas mengenai proyek pembangunan parit yang disebut berada di bawah kewenangan instansi terkait jalan provinsi/nasional.

Warga berharap pihak pelaksana segera melakukan penataan material agar tidak mengganggu badan jalan serta melengkapi lokasi pekerjaan dengan rambu-rambu keselamatan yang memadai. Mereka juga meminta informasi proyek dipasang secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Terkait keluhan tersebut, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional maupun instansi terkait lainnya. Konfirmasi akan terus diupayakan untuk memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan proyek, termasuk standar pengamanan pekerjaan dan informasi terkait papan proyek. (KR11/TIM)

Penulis : KR11

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi Belum Ditanggapi, Dugaan PETI di Sipogu Masih Menunggu Klarifikasi
Dinas PUPR Madina dan Insan Pers Perkuat Sinergi Dorong Siabu Jadi Lumbung Pangan Tabagsel
SMA Negeri 1 Sinunukan Bersholawat, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda
Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan
Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Semangat Gotong Royong Masyarakat Menguat
Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Pemkab Madina Dorong Semangat Kebersamaan
Camat Linggabayu Turun Tangan Bersihkan Batang Kayu yang Tutup Jalan Desa Sikumbu
Kuliner Khas Mandailing di Pinggir Aek Pohon, RM Jokowi Andalkan Gule Ikan Mas Bakar
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Konfirmasi Belum Ditanggapi, Dugaan PETI di Sipogu Masih Menunggu Klarifikasi

Senin, 14 September 2026 - 20:06 WIB

Dinas PUPR Madina dan Insan Pers Perkuat Sinergi Dorong Siabu Jadi Lumbung Pangan Tabagsel

Minggu, 13 September 2026 - 23:47 WIB

SMA Negeri 1 Sinunukan Bersholawat, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda

Minggu, 13 September 2026 - 21:44 WIB

Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan

Minggu, 13 September 2026 - 16:54 WIB

Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Semangat Gotong Royong Masyarakat Menguat

Berita Terbaru