BAGUSI Berburu Ikan dengan Puluhan Panjala di Soropan Tapsel

Redaksi

- Penulis

Rabu, 20 November 2024 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paslon Bupati Tapanuli Selatan No. 1, Gus Irawan Pasaribu ketika melempar jala di sungai Batang Angkola, Jalan Soropan Sigalangan.

i

Paslon Bupati Tapanuli Selatan No. 1, Gus Irawan Pasaribu ketika melempar jala di sungai Batang Angkola, Jalan Soropan Sigalangan.

KompasReal.com, Tapsel – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan nomor satu (No.1) Gus Irawan Pasaribu dan Jafar Syahbuddin Ritonga berburu ikan bersama puluhan panjala (penjaring ikan) di sungai Batang Angkola, Rabu (20/11/2024) pagi.

Bertempat di lubuk sungai di bawah jembatan Jalan Soropan, Gus didampingi Syahbuddin melakukan lemparan pertama jaring ikan, pertanda lubuk larangan warga Sigalangan itu dibuka gratis untuk umum.

Mewakili tokoh masyarakat Kelurahan Sigalangan, Ahmad Kaslan Dalimunthe, menyebut lubuk larangan ini berada di sungai Batang Angkola, dengan panjang sekitar 1.500 meter atau 1,5 kilometer.

Ribuan bibit ikan yang ditabur di lubuk larangan ini sudah berusia sekitar setengah tahun. Seperti bibit ikan jurung, nila, patin, tawes dan ikan mas.

“Berkat dorongan dan bantuan pak Gus bersama pak Syahbuddin, lubuk larangan masyarakat Sigalangan ini kita buka gratis untuk umum,” sebut Kaslan Dalimunthe.

Kepada Cabup dan Cawabup Tapsel No. 1, pensiunan pegawai Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR itu menjelaskan mayoritas masyarakat Angkola Muaratais dan Batang Angkola adalah petani sawah.

Adapun pengairan ribuan hektar lahan sawah di dua kecamatan ini bersumber dari sungai Batang Angkola, yang disalurkan melalui jaringan primer irigasi Payasordang.

“Bendungan Payasordang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Jaringan primer irigasinya oleh pemerintah provinsi. Jaringan tersiernya oleh Pemkab Tapsel,” jelas Kaslan.

Sekitar tahun 2022, jaringan irigasi ini jebol dan butuh anggaran Rp198 juta untuk membetulinya. Namun karena menunggu-nunggu dana dari pemerintah atasan, petani dua kecamatan itu tertunda dua kali turun tanam.

Akibat ketiadaan air dan tidak turun tanam dua musim, masyarakat Kecamatan Angkola Muaratais dan Batang Angkola yang merupakan lumbung padi Tapsel itu mengalami kerugian sekitar Rp20 miliar.

Baca Juga :  Pilkada Tapsel 2024, Tomas Panompuan Ajak Warga Pilih Paslon BAGUSI

“Pak Gus dan pak Syahbuddin, jika bapak berdua memimpin Tapsel, jangan biarkan rakyat merugi Rp20 miliar hanya karena menunggu Rp198 juta dari pemerintah atasan. Saya yakin bapak berdua pro rakyat,” sebut Kaslan Dalimunthe.

Menjawab ini, Gus Irawan dan Jafar Syahbuddin menyebut lubuk larangan adalah kearifan lokal. Turun temurun diwariskan para leluhur dengan tujuan pelestarian sungai dan ketahanan pangan.

Ikannya tidak boleh diambil hingga batas waktu tertentu. Pada saat membuka lubuk larangan, akan banyak warga luar yang datang dan secara otomatis meningkatkan pendapatan warga sekitar.

“Selain itu stok persediaan ikan kita terjaga dan ini sesuai dengan program ketahanan pangan nasional Prabowo Gibran. Juga sesuai dengan program kita yaitu Tapsel swasembada ikan,” jelasnya.

Gus Irawan menambahkan, jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tapsel bersama Jafar Syahbuddin, mereka punya program membangun 1.000 kolam ikan.

Tujuannya agar Tapsel swasembada ikan, sehingga kebutuhan ikan di wilayah Tapsel dan Tabagsel pada umumnya tidak lagi didatangkan dari Panti, Sumatera Barat.

“Tapsel punya potensi besar swasembada ikan. Selain kolam dan lahan yang bisa dijadikan kolam ikan, kita punya sungai dan anak sungai yang dapat dijadikan pengembangbiakan ikan seperti lubuk larangan ini,” kata Gus.

Terkait jaringan irigasi Payasordang, Gus menyebut perbaikan saluran rusak dan normalisasi endapan lumpurnya adalah hal yang menjadi prioritas di setiap tahunnya.

“Pak Prabowo menugaskan saya turun ke Tapsel, antara lain untuk menyukseskan program ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi,” sebut anggota DPR RI terpilih dari Partai Gerindra, yang gagal dilantik karena maju di Pilkada Tapsel itu.

Buka lubuk larangan ini turut dihadiri anggota DPRD Tapsel Abdul Basith Dalimunthe dan Irmansyah Siregar dari Gerindra, serta Haris Yani Tambunan dari Partai Hanura, para Tim BAGUSI Tapsel dan Bobby Lovers Cagub Sumut.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN
Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran
Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon
Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas
Mimbar Jumat Masjid Jami’ Ahlussunnah Wal Jamaah Bincar, Padangsidimpuan Jumat, 6 Februari 2026
Dari Cik Cik Bum Bum ke Jalan Alus: Kisah Fadia Arafiq Membuktikan Diri di Kursi Bupati
Gempa Hari Ini Guncang Binjai Sumut, Cek Kekuatan Magnitudonya! 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:38 WIB

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:10 WIB

Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:33 WIB

Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:07 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:16 WIB

Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas

Berita Terbaru