Banggar DPR Minta Pemerintah Deteksi Masalah Keracunan di Program Makan Bergizi Gratis, Tak Setuju Dihentikan

Paruhum Nasution

- Editor

Rabu, 24 September 2025 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah

i

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah

KompasReal.com, Jakarta – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, merespons usulan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat temuan kasus keracunan di berbagai daerah. Said menekankan pentingnya deteksi mendalam oleh pemerintah terhadap permasalahan tersebut.

“Program prioritas Presiden Makan Bergizi Gratis itu sesuatu yang baik, yang harus kita dorong. Jika dalam perjalanannya ditemukan masalah seperti yang kita baca di media, pemerintah harus segera melakukan deteksi,” ujar Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2025).

Said menyoroti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani hingga 3.000 porsi MBG. Menurutnya, jumlah tersebut terlalu besar dan berpotensi membuat makanan basi. Ia menyarankan agar jumlah porsi per SPPG dikurangi.

“Apakah 1 SPPG yang melayani 3.000 porsi itu bisa diperpendek menjadi 1.500? Sehingga menu Makan Bergizi Gratis yang sampai di sekolah itu masih fresh from the oven,” kata Said.

“Kita semua prihatin mendengar kabar 5.300 sampai 5.800 orang keracunan. Tapi bukan berarti harus disetop. Jangan,” tegasnya.

Said menekankan pentingnya deteksi dini pada makanan yang disajikan, menyoroti proses dan waktu memasak sebagai faktor penyebab keracunan. Ia mengusulkan pola baru, seperti penempatan SPPG di setiap sekolah untuk mempermudah pengawasan.

Menanggapi usulan pengalihan MBG menjadi uang tunai, Said menyampaikan tiga alternatif yang bisa dilakukan pemerintah:

1. Penyaluran langsung ke kabupaten-kabupaten.

2. Penyaluran melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dengan penambahan alokasi khusus untuk MBG.

3. Pendekatan SPPG di setiap sekolah.

Said menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan pemerintah, sementara Banggar hanya bisa memberikan pertimbangan.

Sebelumnya, Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia (JPPI) meminta program MBG dihentikan menyusul temuan kasus keracunan. Koordinator Program dan Advokasi JPPI, Ari Hadianto, menyampaikan hal ini dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi IX DPR RI, Senin (22/9/2025).

Baca Juga :  Enam Terduga Korupsi Proyek Jalan di Sumut Diperiksa Intensif di KPK, Isu Penangkapan Pejabat Tapsel Dibantah

Ari menilai ada kesalahan sistem di BGN yang menyebabkan kasus keracunan menyebar di berbagai daerah.

“Hentikan program MBG sekarang juga. Ini bukan kesalahan teknis, tapi kesalahan sistem di BGN. Jangan jadikan anak itu target program politik yang akhirnya menyampingkan keselamatan dan tumbuh kembang anak,” tegas Ari. (KR/detik)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor
Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo
Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi
Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan
Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan
Semarak HUT RI Ke-81 Di Batas Ujung Timur, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Turut Gelar Upacara dan Layanan Kesehatan Gratis
Di Garis Depan NKRI, Satgas Yonif 643/Wns Gelar Perlombaan Rakyat Semarakkan HUT ke-81 RI
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:32 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor

Kamis, 3 September 2026 - 10:51 WIB

Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas

Berita Terbaru