KompasReal.id, Moskow – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menawarkan peluang kepada perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dalam pembangunan jaringan kereta api strategis nasional, termasuk proyek Trans-Kalimantan, saat melakukan pertemuan dengan Menteri Transportasi Rusia, Andrey Nikitin, di Moskow.
AHY menjelaskan bahwa Indonesia masih membutuhkan pengembangan jaringan perkeretaapian yang masif guna memperkuat konektivitas antardaerah dan mendukung pemerataan pembangunan. Selain Trans-Kalimantan, pemerintah juga membuka peluang kerja sama pada proyek Trans-Sumatera dan Trans-Sulawesi.
Kerja sama yang ditawarkan tidak hanya mencakup pembangunan jalur rel, tetapi juga pengembangan teknologi perkeretaapian, manufaktur sarana dan prasarana, rekayasa kereta berkecepatan tinggi, sistem angkutan berat (heavy-haul rail), serta peningkatan standar keselamatan operasional.
Menurut AHY, pengalaman Rusia dalam mengelola sistem transportasi modern seperti Moscow Metro dapat menjadi referensi berharga bagi pengembangan transportasi massal perkotaan di Indonesia, termasuk MRT, LRT, dan kereta komuter.
Pemerintah berharap pengembangan koridor kereta api strategis tersebut dapat menekan biaya logistik nasional hingga 12,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2029. Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi barang dan mobilitas masyarakat diharapkan semakin efisien serta mampu mendorong pertumbuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Penulis : Kr03
Editor : Emas












