Bagi Penderita Asam Urat, Hindari Jenis Sayuran Ini

Redaksi

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com – Banyak pakar kesehatan menganjurkan konsumsi sayuran demi kesehatan jangka panjang. Namun, ada beberapa jenis sayur yang pantang dimakan penderita asam urat.

Asam urat bisa terjadi ketika kadar purin dalam tubuh meningkat dan menumpuk menjadi kristal di sendi.

Purin bisa didapatkan dari makanan, yang kadarnya tentu berbeda antara satu sama lain. Tak terkecuali pada sayuran.

Beberapa jenis sayuran ternyata mengandung purin dalam jumlah sedang hingga tinggi yang dapat memicu naiknya kadar asam urat.

Oleh karena itu, penting bagi penderita asam urat untuk mengetahui sayuran apa saja yang sebaiknya dihindari agar kondisi tetap terkendali.

Sayuran yang tidak boleh dikonsumsi penderita asam urat

Mengutip WebMD, purin adalah senyawa yang dipecah menjadi asam urat dalam sistem pencernaan.

Jika dikonsumsi berlebihan, purin dapat menyebabkan penumpukan asam urat yang memicu peradangan dan nyeri sendi.

Walaupun sumber purin umumnya berasal dari makanan hewani, beberapa sayuran juga mengandung purin dalam kadar sedang yang perlu dibatasi oleh penderita asam urat.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini lima sayuran yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita asam urat.

1. Asparagus
Asparagus mengandung purin dalam kadar sedang. Penderita asam urat disarankan untuk membatasi konsumsi asparagus tidak lebih dari 40 gram (g) sebanyak lima kali dalam seminggu.

Kalau tetap ingin mengonsumsi sayuran hijau, kamu bisa mengganti asparagus dengan daun bawang atau okra yang lebih rendah purin.

2. Kembang kol
Kembang kol, salah satu sayuran yang perlu dihindari penderita asam urat. Meski punya nutrisi melimpah, tapi kembang kol juga termasuk sayuran yang mengandung purin.

Penderita asam urat sebaiknya membatasi asupan kembang kol tidak lebih dari 50 g sebanyak lima kali dalam seminggu.

Baca Juga :  Damero VC Melaju ke Semifinal Kejuaraan Voli Semi Open Dandim 0212/Tapsel Cup 2025

Sebagai alternatif, brokoli bisa menjadi pilihan yang lebih aman karena mengandung purin lebih rendah.

3. Jamur
Berbagai jenis jamur diketahui memiliki kandungan purin yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, konsumsi jamur perlu dibatasi tidak lebih dari 50 g sebanyak lima kali seminggu.

Sebagai alternatif, kamu bisa menggantinya dengan paprika yang rendah purin. Selain itu, paprika tetap memberikan rasa serta nutrisi pada masakan.

4. Bayam
Bayam memang dikenal sebagai sayuran super yang kaya vitamin, serat, zat besi, dan folat. Namun, bayam juga mengandung purin dalam jumlah sedang.

Batasi asupan bayam tidak lebih dari 35 g sebanyak lima kali dalam seminggu agar kadar asam urat tetap terkontrol.

5. Kacang polong
Kacang polong mengandung vitamin A, C, serat, dan folat yang bermanfaat untuk tubuh. Namun, ada kandungan purin juga dalam jumlah sedang.

Oleh karena itu, penderita asam urat sebaiknya membatasi konsumsi kacang polong agar tidak memperparah kondisi.

Cara Menurunkan Asam Urat

Menurut Healthline, tingkat asam urat yang normal yaitu di bawah 6,8 miligram per desiliter (mg/dL).

Jika nilainya di atas angka tersebut, kamu akan mengalami hiperurisemia.

Berikut ini beberapa cara alami lainnya yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi kadar asam urat dalam tubuh, selain menghindari sayuran dan makanan tinggi purin.

1. Hindari konsumsi gula berlebih
Fruktosa, yang merupakan gula alami dalam buah dan madu, dapat meningkatkan produksi purin saat dicerna.

Minuman manis yang mengandung fruktosa cepat diserap tubuh sehingga meningkatkan kadar asam urat lebih cepat dibandingkan gula dalam makanan utuh.

Jadi, selain sayuran tinggi purin, sebaiknya hindari konsumsi gula berlebih, terutama pemanis tambahan di dalam minuman kemasan.

Baca Juga :  350 Rumah Rusak di P.sidimpuan, Penyaluran Bantuan Terkendala Birokrasi, Derita Warga Berkepanjangan

2. Perbanyak minum air putih
Minum air putih yang cukup, bisa membantu ginjal dalam mengeluarkan asam urat melalui urine.

Ginjal mampu menyaring sekitar 70 persen asam urat dalam tubuh.

Dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi, risiko terbentuknya batu ginjal akibat asam urat juga dapat berkurang.

3. Kelola berat badan
Kelebihan berat badan dapat menyebabkan ginjal bekerja kurang efisien dalam mengeluarkan asam urat.

Selain itu, lemak berlebih juga dapat meningkatkan produksi asam urat. Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal sangat penting untuk mengontrol kadar asam urat.

4. Konsumsi vitamin C
Mengutip Times of India, vitamin C terbukti membantu menurunkan kadar asam urat dengan meningkatkan proses pengeluaran asam urat oleh ginjal.

Buah-buahan seperti jeruk dan lemon kaya akan vitamin C.

Mengonsumsi segelas jus jeruk atau air lemon di pagi hari juga dapat mendukung sistem imun dan metabolisme tubuh.

Dengan mengetahui sayuran yang perlu dihindari dan menjalani pola hidup sehat, penderita asam urat dapat mengelola kondisinya dengan lebih baik.

Jangan lupa untuk selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan diet yang tepat sesuai kebutuhanmu!

Sumber berita: CNNIndonesia.com

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak di Indonesia, Termasuk Kasus yang Terjadi di Luar Negeri
Manfaat Kesehatan Tanaman Sarang Semut Papua sebagai Herbal Tradisional
Revolusi Senyap dari Timur: Vaksin Kanker Rusia-China dan Ancaman bagi Hegemoni Farmasi Global
Menjaga Kekuatan Tulang Sejak Dini: Kunci Mencegah Osteoporosis
Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Teh Hijau
Manfaat Tersembunyi Daun Sirih: Dari Kesehatan Mulut hingga Pengendalian Diabetes
Mengenal Hipertensi: Si Pembunuh Senyap dan Cara Mengendalikannya
Manfaat Mengunyah Cengkeh: Lebih dari Sekadar Penyegar Napas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:21 WIB

Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak di Indonesia, Termasuk Kasus yang Terjadi di Luar Negeri

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:23 WIB

Manfaat Kesehatan Tanaman Sarang Semut Papua sebagai Herbal Tradisional

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:21 WIB

Revolusi Senyap dari Timur: Vaksin Kanker Rusia-China dan Ancaman bagi Hegemoni Farmasi Global

Kamis, 23 Oktober 2025 - 20:14 WIB

Menjaga Kekuatan Tulang Sejak Dini: Kunci Mencegah Osteoporosis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 20:04 WIB

Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Teh Hijau

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB