Belanda Tutup Puluhan Penjara: Bukti Keberhasilan Sistem Hukum Humanis dan Penurunan Kriminalitas

Redaksi

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Belanda mencatatkan fenomena langka di tengah krisis overcapacity penjara yang melanda banyak negara. Sejak 2009, lebih dari 20 lembaga pemasyarakatan di negeri kincir angin itu resmi ditutup akibat minimnya jumlah narapidana. Penurunan populasi tahanan yang konsisten ini menjadi sorotan dunia internasional dan dinilai sebagai indikator keberhasilan sistem hukum Belanda dalam menekan angka kriminalitas.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari perubahan paradigma penegakan hukum yang tidak lagi menempatkan penjara sebagai solusi utama. Pemerintah Belanda lebih mengedepankan pendekatan rehabilitasi, hukuman kerja sosial, serta penggunaan gelang elektronik bagi pelaku kejahatan ringan.

Kebijakan ini memungkinkan pelaku tetap berada di tengah masyarakat, bekerja, dan bertanggung jawab atas kesalahannya tanpa harus kehilangan masa depan di balik jeruji besi.

Pendekatan hukum yang humanis ini terbukti efektif menekan angka residivisme atau pengulangan tindak kejahatan. Dengan sistem pembinaan yang fokus pada pemulihan dan reintegrasi sosial, mantan pelaku kejahatan memiliki peluang lebih besar untuk kembali menjadi warga produktif.

Hal ini berdampak langsung pada menurunnya tingkat kejahatan secara nasional dalam jangka panjang.
Alih-alih membiarkan gedung penjara kosong menjadi beban anggaran negara, Belanda melakukan inovasi dengan mengalihfungsikan fasilitas tersebut.

Sejumlah penjara ikonik disulap menjadi hotel unik dan destinasi wisata, sementara lainnya dijadikan pusat penampungan pengungsi, kantor startup, galeri seni, hingga ruang ekonomi kreatif yang bernilai sosial dan ekonomi tinggi.
Fenomena penutupan penjara di Belanda membuktikan bahwa keamanan tidak selalu harus dicapai dengan hukuman berat dan pemenjaraan massal. Justru, sistem hukum yang adil, humanis, dan inovatif mampu menciptakan masyarakat yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kekurangan narapidana di Belanda kini dipandang bukan sebagai masalah, melainkan simbol keberhasilan negara dalam membangun peradaban hukum modern.
Kalau mau versi lebih tajam (opini), lebih singkat, atau disesuaikan untuk KompasReal.id / media lokal, bilang saja 👍

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Fitri Dunia 2026 Diwarnai Konflik Timur Tengah, Umat Rayakan Lebaran di Tengah Duka
Pesan Ayatullah Abbasi, Rektor Universitas Internasional Al-Mustafa‌ Iran, kepada Syaikh Al-Azhar Mesir
Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 
Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik
Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi
Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik
Trump Tertekan, Iran Unggul di Perang Politik
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 10:45 WIB

Idul Fitri Dunia 2026 Diwarnai Konflik Timur Tengah, Umat Rayakan Lebaran di Tengah Duka

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:02 WIB

Pesan Ayatullah Abbasi, Rektor Universitas Internasional Al-Mustafa‌ Iran, kepada Syaikh Al-Azhar Mesir

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:27 WIB

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —

Senin, 9 Maret 2026 - 00:52 WIB

Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik

Berita Terbaru