BNN Targetkan Madina Masuk Zona Aman Narkoba Tahun ke-5 GDAD

Redaksi

- Editor

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Madina, Badan Nasional Narkotika (BNN) menargetkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masuk zona aman narkoba pada tahun ke-5 program Ketahanan Resiliensi Desa/Kelurahan Berbasis Grand Design Alternatif Development (GDAD).

 

Hal itu disampaikan Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN melalui Direktur Alternatif Development Brigjen Pol. Edy Swasono di sela-sela kunjungannya ke Madina pada Selasa, 9 Juni 2026.

 

“Keberhasilan program diukur melalui Indeks GDAD atau Indeks Kerawanan Narkotika. Saat ini program memasuki tahun kedua. Pada tahun kelima, pemerintah menargetkan status kerawanan wilayah turun dari zona Bahaya menjadi Waspada hingga akhirnya Aman,” kata dia.

 

Edy mengungkapkan, secara data, pengalihan satu penanam ganja atau tumbuhan terlarang dapat menyelamatkan sekitar 400.000 orang dari penyalahgunaan serta menghemat biaya rehabilitasi hingga Rp1,2 triliun.

 

Sementara itu, Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengatakan GDAD fokus membangun kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan sektor kerajinan. Salah satunya pembuatan tusuk sate dan kerajinan lainnya.

 

“Hasil produksi masyarakat nantinya ditampung BUMDes sehingga pelaku usaha tidak perlu khawatir ketidakpastian pasar. Masyarakat hanya perlu fokus memproduksi, sementara BUMDes akan membeli dan menjualnya ke daerah yang membutuhkan,” kata dia.

 

Saipullah menambahkan, nantinya program ini akan diperluas ke sektor perkebunan seperti kopi dan tembakau. “Pemkab Madina tentu menyambut baik inisiatif BNN ini. Bantuan yang diberikan akan meringankan beban anggaran daerah dalam menyejahterakan masyarakat,” lanjut dia.

 

Bupati berharap GDAD berkelanjutan sehingga benar-benar menjadi solusi nyata menekan angka penyalahgunaan narkotika. “Melalui edukasi dan penyediaan sarana produksi, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi terjebak di lingkaran hukum, melainkan meraih kesejahteraan melalui usaha halal dan produktif,” pungkas Saipullah.

 

Prgram ini dicanangkan berjalan dengan kolaborasi lintas sektor, termasusk keterlibatan KPH VIII yang menyediakan mesin tusuk sate dan bibit tanaman.

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terima Pengunjuk Rasa, Bupati Madina Buka Dialog Langsung
Bupati Madina Lantik Tiga Kepala Dinas
Bupati Madina Pastikan Penataan Pasar Baru Berlanjut
Pemkab Madina Terima Kunjungan Direktur BNN
Rehabilitasi Lahan Pertanian Rampung, Petani Segera Masuk Masa Tanam
Wabup Madina Sambut Kedatangan Jemaah Haji di Masjid Agung Nur Ala Nur
Bupati Saipullah Sambut Kepulangan 342 Jamaah Haji Madina Kloter 6 di Asrama Haji Medan
Wabup Atika Nasution dan Kapolres AKBP Bagus Priandy Resmikan Jembatan Merah Putih di Aek Mata Madina
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:48 WIB

Terima Pengunjuk Rasa, Bupati Madina Buka Dialog Langsung

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:45 WIB

Bupati Madina Lantik Tiga Kepala Dinas

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:04 WIB

Bupati Madina Pastikan Penataan Pasar Baru Berlanjut

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:10 WIB

Pemkab Madina Terima Kunjungan Direktur BNN

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:07 WIB

Rehabilitasi Lahan Pertanian Rampung, Petani Segera Masuk Masa Tanam

Berita Terbaru

Padangsidimpuan

UIN Syahada Keluarkan Sikap Resmi Terkait Dugaan Kasus ASN

Jumat, 12 Jun 2026 - 22:22 WIB