Brigjen Faridah Faisal, Perempuan Pertama Jabat Kepala Pengadilan Militer Utama, Alumni Unhas

Redaksi

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, JAKARTA — Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Faridah Faisal resmi menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama). Ia menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi di lingkungan peradilan militer tersebut, menggantikan Marsekal Muda TNI Haryo Kusworo pada Senin (9/2/2026).

Pengangkatan Brigjen Faridah Faisal sebagai Kadilmiltama ke-11 menandai tonggak penting dalam sejarah peradilan militer Indonesia, karena untuk pertama kalinya posisi tersebut dipimpin oleh perwira tinggi perempuan.

Pengadilan Militer Utama (Dilmiltama) merupakan lembaga yang memeriksa dan memutus perkara pidana serta sengketa tata usaha militer pada tingkat banding dari putusan Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti). Lembaga ini juga melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan militer di seluruh Indonesia.

Ucapan selamat atas jabatan baru Brigjen Faridah datang dari berbagai pihak, termasuk Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Ketua IKA Unhas yang juga tokoh KKSS, Andi Amran Sulaiman, turut menyampaikan apresiasi. Sejumlah satuan peradilan militer juga menyampaikan ucapan selamat melalui media sosial resmi mereka.

Sebelum menjabat Kadilmiltama, Brigjen Faridah Faisal menjabat Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama sejak 27 Mei 2025.

Latar Belakang dan Pendidikan

Brigjen TNI Faridah Faisal lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1968. Meski lahir di Makassar, ia tumbuh dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ia menyelesaikan pendidikan di:
SDN 1 Wua-Wua Kendari
SMPN 1 Kendari
SMAN 1 Kendari (angkatan 1983–1986)
Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan meraih gelar Sarjana Hukum pada 1991. Ia kemudian menyelesaikan Magister Hukum di Unhas pada 2011.
Brigjen Faridah merupakan alumni Sekolah Perwira Militer Wajib (Sepamilwa) tahun 1992 dari kecabangan Korps Hukum (Chk), yang kini dikenal sebagai Sepa PK TNI.

Baca Juga :  Prof. Dr. Lisye Iriana Zebua M.Si., Perempuan Pertama Asal Nias Raih Gelar Profesor, Mengharumkan Nama Papua dan Kepulauan Nias

Karier di Peradilan Militer

Karier militernya dimulai di Kumdam VII/Wirabuana (kini Kodam XIV/Hasanuddin) Makassar. Sejak itu, ia meniti berbagai posisi strategis di bidang hukum dan peradilan militer di sejumlah wilayah Indonesia.

Sejumlah jabatan penting yang pernah diemban antara lain:

Kadilmil II-11 Yogyakarta
Kadilmil III-16 Makassar
Wakil Kepala Dilmilti III Surabaya
Kadilmilti III Surabaya
Kadilmilti II Jakarta
Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung
Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama
Ia juga dikenal pernah menangani sejumlah perkara besar, di antaranya kasus pembunuhan berencana yang melibatkan Kolonel Inf Priyanto pada 2021 serta perkara Tragedi Cebongan.

Data Singkat

Nama: Brigjen TNI Faridah Faisal, S.H., M.H.
Tempat/Tanggal Lahir: Makassar, 23 Juni 1968
Pendidikan: S1 dan S2 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin

Korps: Hukum (Chk)

Pendidikan Militer: Sepamilwa 1992
Jabatan Terbaru: Kepala Pengadilan Militer Utama
Dengan rekam jejak panjang di bidang hukum militer, Brigjen Faridah Faisal dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas kuat untuk memimpin lembaga peradilan militer tertinggi di Indonesia.

#newsupdate #beritamiliterdanalutsista

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Sumber Berita: Berita,militet,alutsista,

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Persia dan Yahudi Berjalan Bersama: Membaca Ulang Narasi Akhir Zaman di Tengah Skenario Tehran
KompasReal.id Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2026
Penjaga Warisan Batak Toba: Kisah Penenun Ulos di Pematangsiantar yang Tak Pernah Menyerah di Era Digital
Swarnadwipa: Warisan dan Fakta di Balik Julukan “Pulau Emas” Sumatr
Inkonsistensi Trias Politica: Ketika Yudikatif Mengambil Peran Legislatif
Victoria Severine Liono, Siswi SD asal Indonesia Raih Gelar Juara Dunia Sains di Bali
Waspada Penipuan Berkedok Instansi Resmi: Kenali Cara Hindarinya
Fenomena “Raja Kecil” di Dunia Pendidikan: Kepala Sekolah yang Berkuasa Mutlak
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:12 WIB

Ketika Persia dan Yahudi Berjalan Bersama: Membaca Ulang Narasi Akhir Zaman di Tengah Skenario Tehran

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:40 WIB

Brigjen Faridah Faisal, Perempuan Pertama Jabat Kepala Pengadilan Militer Utama, Alumni Unhas

Senin, 9 Februari 2026 - 08:57 WIB

KompasReal.id Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:19 WIB

Penjaga Warisan Batak Toba: Kisah Penenun Ulos di Pematangsiantar yang Tak Pernah Menyerah di Era Digital

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:05 WIB

Swarnadwipa: Warisan dan Fakta di Balik Julukan “Pulau Emas” Sumatr

Berita Terbaru