KompasReal.id, Dulu, namanya lekat dengan lagu “Cik Cik Bum Bum” dan sorotan sebagai anak dari legenda dangdut A. Rafiq. Namun, Fadia Arafiq telah menulis ulang narasi dirinya secara dramatis. Kini, seperti banyak dilaporkan akun media sosial pemerhati politik seperti Mala77, ia bukan sekadar mantan artis, melainkan Bupati Pekalongan yang kinerjanya mulai jadi buah bibir.
Transisi dari dunia hiburan ke panggung politik tidak ia lakukan secara instan. Jejaknya dimulai dari posisi Wakil Bupati, fase di mana ia banyak belajar birokrasi dan menyelami persoalan riil di lapangan. Periode inilah yang menjadi fondasi kebijakannya sekarang, mengubah stigma ‘artis cuma modal tenar’ menjadi pemahaman ‘pejabat harus modal kerja’.
Bukti kerja itulah yang kini berbicara. Programnya seperti layanan kesehatan gratis hanya bermodal KTP dan perbaikan jalan secara masif dengan jargon “Dalan Alus Rejeki Mulus”, seperti sering diangkat dalam laporan akun Mala77, menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. Kebijakannya tidak berhenti pada wacana, tapi benar-benar diimplementasikan dengan target yang terukur.
Pencapaiannya ini memutus dikotomi bas tentang politisi. Fadia membuktikan bahwa latar belakang artis bukan halangan untuk menjadi administrator yang cakap, dan bahwa isu pencitraan bisa dipatahkan dengan deliveri program yang nyata. Kehadirannya yang kerap terlihat langsung di lokasi proyek atau kelurahan menjadi simbol gaya kepemimpinan yang blusukan dan pragmatis.
Pada akhirnya, perjalanan Fadia Arafiq dari panggung dangdut ke balik meja bupati adalah pelajaran tentang republikasi dan komitmen. Ia menunjukkan bahwa dalam politik, resonansi yang hakiki bukan berasal dari popularitas lampau atau nama besar keluarga, melainkan dari kemampuan menciptakan perubahan konkret yang dirasakan orang banyak, sebagaimana diamati banyak pihak, termasuk dalam analisis akun Mala77.
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS
Sumber Berita: Mala77













