Demi Wibawa Aparatur Negara, TNI-Polri Wajib Bersama Tertibkan PETI Kotanopan

KompasReal.id

- Editor

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal – Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru-baru ini telah menertibkan Tambang Emas Ilegal (PETI) di kawasan Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Namun, aktivitas ilegal serupa masih berlangsung di kawasan Kotanopan dan sekitarnya hingga Ulu Pungkut.

Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM) Tan Gozali Nasution mengapresiasi langkah penertiban tersebut.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) juga telah mengamankan 14 unit ekskavator yang digunakan untuk PETI di wilayah Mandailing Godang, tepatnya di perbatasan Siabu (Madina) dengan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tan berharap, upaya penertiban PETI yang menggunakan alat berat seperti ekskavator ini tidak menjadi ajang persaingan kekuatan atau bentuk pengamanan “payung” oleh aparat negara. Sebaliknya, harus dilakukan secara murni untuk melindungi hutan dan ekosistem sungai.

“Sebelumnya kita tahu, masing-masing aparat memiliki daerah payung yang melindungi cukong-cukong PETI,” ungkap Tan pada Kamis (5/3/2026).

Oleh karena itu, dia menekankan bahwa TNI dan Kepolisian harus bersama-sama menindak dan menertibkan PETI di wilayah Kotanopan, Simpang Banyak Ulupungkut, hingga hulu Sungai Batang Gadis, di mana diperkirakan terdapat sekitar 25 unit ekskavator.

“Agar bisa menepis kecurigaan masyarakat bahwa ini hanya persaingan antara TNI dan Polisi. Semua aparat harus menindak para pelaku PETI beserta pemiliknya di daerah Kotanopan,” ujarnya.

Menurut Tan, pertambangan emas ilegal dengan alat berat hanya menguntungkan kalangan cukong dan penguasa, sementara rakyat hanya menerima dampak buruk berupa bencana alam. Selain itu, daerah pertambangan ilegal ini juga menjadi lahan subur bagi peredaran narkoba dan penyebaran penyakit masyarakat.

“Tambang-tambang dengan ekskavator ini juga sangat merusak perekonomian wilayah di hilir sungai,” tambahnya.  (KR02)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi Belum Ditanggapi, Dugaan PETI di Sipogu Masih Menunggu Klarifikasi
Dinas PUPR Madina dan Insan Pers Perkuat Sinergi Dorong Siabu Jadi Lumbung Pangan Tabagsel
SMA Negeri 1 Sinunukan Bersholawat, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda
Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan
Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Semangat Gotong Royong Masyarakat Menguat
Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Pemkab Madina Dorong Semangat Kebersamaan
Camat Linggabayu Turun Tangan Bersihkan Batang Kayu yang Tutup Jalan Desa Sikumbu
Proyek Parit Jalan Provinsi di Lembah Sorik Marapi Disorot Warga, Material Dinilai Ganggu Pengguna Jalan
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Konfirmasi Belum Ditanggapi, Dugaan PETI di Sipogu Masih Menunggu Klarifikasi

Senin, 14 September 2026 - 20:06 WIB

Dinas PUPR Madina dan Insan Pers Perkuat Sinergi Dorong Siabu Jadi Lumbung Pangan Tabagsel

Minggu, 13 September 2026 - 23:47 WIB

SMA Negeri 1 Sinunukan Bersholawat, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda

Minggu, 13 September 2026 - 21:44 WIB

Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan

Minggu, 13 September 2026 - 16:54 WIB

Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Semangat Gotong Royong Masyarakat Menguat

Berita Terbaru