Tambang Emas Ilegal di Angkola Selatan Kian Menggila, Warga dan Aktivis Desak Aparat Bertindak Tegas

KompasReal.id

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Tapanuli Selatan – Praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terus menjadi persoalan yang tak kunjung terselesaikan. Meski kerap diberitakan dan beberapa kali ditertibkan aparat kepolisian, aktivitas ilegal ini tetap beroperasi dan tidak menimbulkan efek jera.

Kegiatan yang jelas melanggar hukum serta merusak lingkungan ini semakin marak di sejumlah titik, terutama di kawasan Aek Natas dan Adian Nasonang.

“Baru sebentar berhenti, tidak lama kemudian beraksi lagi,” ujar seorang warga, Sabtu (22/11/2025).

Warga yang menyaksikan langsung upaya penertiban PETI oleh Polres Tapsel beberapa waktu lalu mengaku kecewa karena hasilnya tak signifikan. Alih-alih berhenti, aktivitas tambang ilegal justru semakin menjadi-jadi.

“Saya tidak mengerti, kenapa mereka makin bebas saja,” keluhnya.

Ia menyoroti dampak besar aktivitas ini, mulai dari kerusakan lingkungan hingga potensi hilangnya pendapatan daerah akibat dugaan penghindaran pajak.

“Jangan ada pembiaran. Tegakkan hukum kepada para pelaku,” tegasnya.

Nada serupa disampaikan seorang aktivis yang sebelumnya telah melaporkan aktivitas PETI tersebut. Ia menduga maraknya tambang ilegal tidak terlepas dari keterlibatan oknum tertentu.

“Menggeliatnya penambangan liar di berbagai titik mengindikasikan adanya ‘permainan’ antara pelaku dan oknum, seperti pemberian upeti,” ujar Ketua Gabungan Pergerakan Tapanuli (GAPERTA), Stevenson Ompu Sunggu.

Menurut Steven, persoalan ini sebenarnya sangat jelas, aktivitas tambang ilegal melanggar hukum, terlebih jika berada di kawasan hutan. Selain merusak lahan, PETI juga mengancam ekosistem dan keselamatan masyarakat.

“Harus segera ditindak, ini kejahatan luar biasa. Sebenarnya mudah diatasi kalau aparat serius,” tegasnya, sembari menyatakan akan kembali melaporkan dugaan tindak pidana ini.

Keresahan warga dan desakan aktivis ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Upaya pencegahan dan penindakan PETI menjadi kunci menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan ekonomi daerah. (KR02)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Supervisi Ditlantas Polda Sumut di Polres Tapsel, Perkuat Kinerja dan Keselamatan Lalu Lintas 2026
Polsek Padang Bolak Ringkus Pengedar Sabu di Simangambat, Satu Pelaku Lolos dari Kejaran Polisi
Rem Blong di Jalur Turunan Batang Toru, Truk Tangki Hantam Kantor Desa dan 4 Rumah, Sopir Tewas
Patroli Gabungan Polres Padangsidimpuan Sasar Narkoba dan Penyakit Masyarakat, Sejumlah Tempat Hiburan Sepi Pengunjung
Polsek Batang Toru Amankan Pria di Pondok Salak, Diduga Gunakan Sabu dan Ganja di Angkola Barat
Polsek Batang Angkola Ringkus Pria 52 Tahun Pembawa Sabu di Jalinsum Sayur Matinggi
Jual Sisik Trenggiling dan Kulit Harimau Dahan, Dua Pelaku Diciduk Polres Padangsidimpuan
Gelombang Penindakan Kriminal Menguat, Kasus Narkoba hingga Korupsi Jadi Sorotan Nasional
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:10 WIB

Supervisi Ditlantas Polda Sumut di Polres Tapsel, Perkuat Kinerja dan Keselamatan Lalu Lintas 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:00 WIB

Polsek Padang Bolak Ringkus Pengedar Sabu di Simangambat, Satu Pelaku Lolos dari Kejaran Polisi

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:57 WIB

Rem Blong di Jalur Turunan Batang Toru, Truk Tangki Hantam Kantor Desa dan 4 Rumah, Sopir Tewas

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:01 WIB

Patroli Gabungan Polres Padangsidimpuan Sasar Narkoba dan Penyakit Masyarakat, Sejumlah Tempat Hiburan Sepi Pengunjung

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:23 WIB

Polsek Batang Toru Amankan Pria di Pondok Salak, Diduga Gunakan Sabu dan Ganja di Angkola Barat

Berita Terbaru