Diduga Pemerasan Modus Konfirmasi, Oknum Mengaku Wartawan dan LSM Kirim Nomor Rekening ke Warga

Redaksi

- Penulis

Senin, 18 Agustus 2025 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

KompasReal.com, Padangsidimpuan – Salah seorang oknum yang mengaku wartawan dan juga LSM inisial KP diduga melakukan upaya pemerasan terhadap warga dengan modus konfirmasi untuk pemberitaan.

KP yang mengaku wartawan dari Detik24Jam diduga melakukan pemerasan dengan modus konfirmasi kepada warga terkait kepemilikan minyak.

“Saya heran, dia (KP) tiba-tiba mengirim pesan kepada saya seolah konfirmasi terkait kepemilikan minyak, namun tak dijelaskan secara detail apa subtansi yang mau dikonfirmasikan,” ungkap warga bermarga Harahap kepada media ini, Senin (18/8/2025).

Dalam chatingan whatsaap itu, KP menyebut, ‘sebelum kami naikkan pemberitaan dan headline di TV Tribun, kami perlu kejujuran, sebelum tayang berita’ terkesan nada ancaman bagi Harahap.

“Beberapa menit kemudian, KP mengirimkan pesan lagi dengan kalimat ‘udah gini aja bang sampaikan sama bos abang kalau mau berteman supaya dibantu kita 3 ribu,” terang Harahap yang merasa risih atas konfirmasi tersebut.

Karena bingung apa maksud dan tujuan konfirmasi tersebut, Harahap berkonsultasi dengan beberapa wartawan yang berada di kota Padangsidimpuan seraya menceritakan isi chatingannya dengan KP.

Ia juga menceritakan kalau dalam obrolan via whatsapp itu, KP mengirimkan nomor rekening BRI atas nama Rinda Dini P yang tidak diketahui milik siapa, sehingga Harahap memblokir nomor kontak KP.

“Mungkin karena tidak mendapatkan tanggapan yang memuaskan, dia mengirimkan sejumlah link berita kepada saya yang berjudul penimbunan bbm subsidi di kota Padangsidimpuan. Sehingga diduga kuat ada praktik pemerasan bermoduskan konfirmasi berita,” beber Harahap sembari memperlihatkan isi obrolan dengan KP.

Nah, terkait adanya dugaan pemerasan seorang oknum wartawan dengan modus seputar pemberitaan tentang penimbunan bbm, KP yang dikonfirmasi media ini menjawab silahkan tanya yang bersangkutan.

Baca Juga :  Rumah Orangtua Oknum Wartawan di Padangsidimpuan Diduga Dibakar OTK

“Silahkan bapak tanya sama Harahap yang bersangkutan, kami tidak merasa meminta sesuatu sama beliau dan beliau minta tolong sama kita,” jawab KP meski sudah dikirimkan tangkapan layar isi obrolan dengan Harahap.

Untuk keberimbangan berita, oknum wartawan KP yang dimintai penjelasan kebenaran seputar isi obrolannya dengan Harahap, jawaban KP terkesan ngeyel dengan menyebut ‘anda kurang update’.

“Mau anda timbang kemana?” singkat KP sembari mengirimkan rekaman video dan beberapa link berita tentang penimbunan bbm subsidi.

Menanggapi hal ini, salah seorang aktivis dari Gabungan Pergerakan Tapanuli (GAPERTA) Stevenson Ompu Sunggu menyebutkan kalau seorang wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya tidak dibenarkan meminta bantuan apapun dalam bentuk uang apalagi disertai mengirimkan nomor rekening kepada sumber berita.

Menurutnya, hal itu identik dengan indikasi pemerasan, karena bila tidak diberikan uang maka wartawannya akan memberitakan. Sebaliknya jika diberikan uang maka tidak diberitakan.

“Itu mengartikan tugas jurnalistik yang dilakukan oleh oknum wartawan tersebut ketergantungan kepada uang,” kata Steven.

Steven berpesan, kepada wartawan atau siapapun di negara ini tidak ada yang kebal hukum, jika ada wartawan yang mencoba melakukan pemerasan ini bisa dijerat hukum dan tidak berlaku baginya hak immunitas undang-undang pers. (KR02)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Berulang di Hutan Nabundong: Mayat Ditemukan Kembali dalam Dua Pekan
BLT Dana Desa Tahap Akhir 2025 Disalurkan di Sidojadi, Kades Ingatkan Penggunaan yang Tepat
Tanpa Izin, Tanpa Takut: Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Batang Sinabuan Kembali Beroperasi
PMI Paluta Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Pasar Gunungtua
Pengakuan ASN Dinas Pendidikan Bogor Gegerkan Publik, Klaim Kagum karena “Kesolehan” Terbantahkan Isi Chat
DPC GCI Padangsidimpuan Peduli Bencana Banjir di Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan.
Partai Golkar Padangsidimpuan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir, Bukti Nyata Kepedulian dan Empati
Jaringan Narkoba di Madina Terjaring: Kodim 0212/Tapsel Sikat Pengedar Sabu di Batahan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:54 WIB

Misteri Berulang di Hutan Nabundong: Mayat Ditemukan Kembali dalam Dua Pekan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 17:29 WIB

BLT Dana Desa Tahap Akhir 2025 Disalurkan di Sidojadi, Kades Ingatkan Penggunaan yang Tepat

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:46 WIB

Tanpa Izin, Tanpa Takut: Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Batang Sinabuan Kembali Beroperasi

Selasa, 16 Desember 2025 - 16:33 WIB

PMI Paluta Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Pasar Gunungtua

Minggu, 14 Desember 2025 - 06:27 WIB

Pengakuan ASN Dinas Pendidikan Bogor Gegerkan Publik, Klaim Kagum karena “Kesolehan” Terbantahkan Isi Chat

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB