KompasReal.id, Lebak, Banten — Dinamika hubungan antara Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, dan Wakil Bupati Amir Hamzah menjadi perhatian publik usai acara halal bihalal Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak, awal pekan ini.
Dalam kegiatan yang berlangsung di pendopo kabupaten tersebut, Bupati menyampaikan sejumlah arahan terkait tata kelola pemerintahan, termasuk penegasan peran dan kewenangan masing-masing unsur pimpinan daerah dalam menjalankan roda birokrasi.
Pada bagian tertentu dari sambutannya, muncul pernyataan yang kemudian ditafsirkan beragam oleh peserta dan publik, terutama karena menyinggung latar belakang personal yang dinilai sensitif. Situasi di lokasi sempat memicu reaksi dari sejumlah pihak, meski acara tetap dapat dilanjutkan hingga selesai.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati disebut menunjukkan respons atas pernyataan yang disampaikan dalam forum resmi tersebut. Namun, sejumlah pejabat yang hadir berupaya menjaga kondusivitas suasana agar kegiatan tetap berjalan dalam koridor acara silaturahmi pasca-Idulfitri.
Seusai kegiatan, Bupati memberikan klarifikasi bahwa penyampaian tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk penghinaan, melainkan bagian dari gaya komunikasi yang menurutnya perlu dipahami secara utuh dalam konteks pembinaan internal pemerintahan.
Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tanggapan, baik dari kalangan masyarakat maupun elemen mahasiswa. Sejumlah pihak mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi di ruang publik pemerintahan, sekaligus mendorong agar sinergi kepemimpinan daerah tetap terjaga demi stabilitas pelayanan kepada masyarakat.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Lebaknews.com












