Kompasreal.id. Mandailing Natal – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mandailing Natal, Baitul Walidain, memaparkan sejumlah inovasi strategis dalam penanganan dan pengelolaan sampah di wilayah Kabupaten Mandailing Natal.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi pengurus Komunitas Wartawan dan Aktivis Sosial (Korwasis) Madina di ruang kerjanya, Senin (7/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Baitul Walidain berdiskusi bersama insan pers terkait pentingnya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, mulai dari tingkat rumah tangga hingga desa.
Pertemuan itu dihadiri Ketua Korwasis Madina, Ringgo Siregar, didampingi pengurus Ahmad Sulaiman Hasibuan.
Dalam pemaparannya, Kadis DLH menyampaikan beberapa poin penting yang dapat menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah di Madina.
Pertama, pemisahan sampah sejak dari sumbernya. Masyarakat didorong untuk memisahkan sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah tangga maupun lingkungan desa. Langkah tersebut dinilai dapat mempermudah proses pengolahan dan daur ulang.
Kedua, mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Dengan adanya pemilahan dan pengolahan sampah sejak awal, volume sampah yang dibawa ke TPA diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Ketiga, pengelolaan sampah berbasis desa. Setiap desa didorong memiliki sistem pengelolaan sampah secara mandiri, sehingga sampah yang dihasilkan masyarakat tidak langsung dibuang tanpa melalui proses pengolahan.
Keempat, pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair. Sampah organik yang dikumpulkan di tingkat desa dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat.
Baitul Walidain menyambut baik masukan dan dukungan yang disampaikan Korwasis Madina. Menurutnya, keterlibatan insan pers memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan media sangat krusial dalam menyosialisasikan pentingnya kesadaran lingkungan serta mengawal keterlaksanaan program inovasi pengelolaan sampah di seluruh desa se-Kabupaten Mandailing Natal,” ujar Baitul Walidain.
Ia berharap kolaborasi antara DLH dan insan pers dapat terus ditingkatkan sehingga berbagai program pengelolaan lingkungan dapat diketahui dan didukung masyarakat secara luas.
Sementara itu, Korwasis Madina menyatakan kesiapan untuk ikut mendukung sosialisasi program-program positif pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kebersihan, lingkungan hidup, serta pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang bernilai manfaat dan ekonomis. (KR11)
Penulis : KR11
Editor : Paruhum












