KompasReal.id, Padangsidimpuan – Kegiatan gotong royong perbaikan saluran irigasi yang digelar masyarakat dari 7 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kelurahan Batunadua Julu, Rabu (28/1/2026), mendapatkan apresiasi langsung dari Gabungan Pergerakan Tapanuli (GAPERTA).
Hal itu disampaikan langsung Ketua Bidang Program dan Kegiatan GAPERTA, Dedi Sahputra yang turut meninjau langsung giat yang telah berjalan selama 3 hari tersebut.
Setelah menyaksikan keakraban dan kekompakan masyarakat yang tergabung dari berbagai wilayah, Dedi menyampaikan apresiasi kepada media yang meliput lokasi.
“Meskipun inisiatif warga ini dalam keadaan terpaksa akibat respon pemerintah tak kunjung datang, kita sangat terharu melihat kekompakan warga ini,” ucapnya.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan warga bukan hanya sekadar perbaikan fisik, melainkan juga merupakan salah satu bentuk protes atau kritikan konstruktif terhadap pemerintah yang belum memberikan tanggapan konkret selama hampir 4 tahun terakhir.
Kondisi saluran irigasi yang rusak akibat longsoran dari sampah yang menumpuk di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) telah menyebabkan kekurangan air bagi persawahan dan kebutuhan rumah ibadah, bahkan menjelang bulan Ramadhan.
“Perihal ini seyogyanya menjadi kebijakan yang harus diprioritaskan pemerintah mengingat waktu yang sudah hampir 4 tahun warga terdampak, baik dari sisi ekonomi akibat kegagalan panen berulang maupun kelancaran aktivitas masyarakat,” tegas Dedi.
Ia juga mengakui keseriusan warga dalam menangani masalah tersebut. “Saya salut dengan kekompakan warga ini, meski secara manual material yang digunakan diambil dari sungai dengan cara tangan ke tangan warga. Hal ini menandakan betapa mereka sangat menginginkan agar air ke desa mereka dapat mengalir lagi,” tutupnya.
Sebelumnya, kegiatan gotong royong ini merupakan hasil mufakat antar kepala desa dan lurah, dengan dukungan kontribusi dana masyarakat serta partisipasi dari desa dan kecamatan, mengingat minimnya respon dari pemerintah kota maupun provinsi.
Masyarakat juga mengajukan dua permintaan mendesak, yaitu terkait pemindahan TPA dan perbaikan permanen saluran irigasi. (KR02)
Editor : Paruhum













