KompasReal.com, Tapsel – Gus Irawan Pasaribu, Anggota Komisi XI DPR RI, terus merajut silaturahmi dengan masyarakat, seraya menyerap aspirasi sebagai bahan skala prioritas untuk pembahasan program pembangunan ke depan.
Seribuan warga Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), tumpah ruah di gedung Sopo Namora, Kelurahan Baringin, Kecamatan Sipirok, pekan kemarin, Rabu (7/8/2024), yang berlangsung sehari penuh itu.
Secara garis besar, Ketua DPD Gerindra Sumut itu mengajak masyarakat, untuk mempersiapkan diri menyambut atau menyongsong program kerja Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo-Gibran, yang sebentar lagi diambil sumpah. Khususnya, program makan siang bergizi gratis.
“Salah satu program unggulan Prabowo- Gibran adalah makan siang bergizi gratis. Ini harus kita sambut dengan persiapan yang matang dan tidak main-main. Jangan terlena. Peluang ini harus kita manfaatkan. Apalagi daerah kita memiliki potensi, untuk memenuhi kebutuhan dasar dari makan bergizi gratis itu,” ajak Gus Irawan.
Mantan Direktur Utama Bank Sumut tiga periode itu menyebut, program tersebut memiliki setidaknya dua makna penting di dalamnya. Selain mencegah gizi buruk dan stunting, program ini juga memiliki semangat dalam pemerataan ekonomi di tengah masyarakat.
“Program ini sangat terukur untuk mempersiapkan generasi yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045. Dan lewat pemanfaatan produk lokal, tujuan akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gus Irawan sembari menyebut untuk mewujutkan itu tentu harus ada kepekaan dari seluruh pemangku kepentingan dan kebijakan. Terlebih pimpinan daerah.
“Tentu harus kerja keras. Itu intinya. Sebagai daerah agraris, Tapsel harus bangkit kembali dengan hadirnya program makan siang bergizi gratis,” tegas sosok Wakil Rakyat yang telah 23 tahun berkecimpung mengurusi UKM sewaktu berada di Bank Sumut tersebut.
Kemauan dan keberpihakan pimpinan daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, harus menjadi prioritas utama. Seperti ketersediaan akses jalan, peralatan, permodalan dan pasar dari produksi yang jelas. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah diwujudkan.
Pada pertemuan yang diinisiasi Komunitas Bagus (Bqng Gus) Tapsel itu, tampak hadir Bupati Tapsel dua periode beeturut-turut, H. Syahrul M Pasaribu, Tokoh Agama, serta Tokoh Masyarakat Kecamatan Sipirok.
Pembangunan Stagnan Rakyat Harapkan Gus Irawan
Di acara silaturahmi dan serap aspirasi itu, masyarakat menaruh harapan besar pada Gus Irawan Pasaribu, untuk memperbaiki keterpurukan yang dialami Tapsel dua tahun belakangan ini. Sehingga, selaras dengan jargon ‘Tapsel Kembali Bangkit’.
“Program pembangunan stagnan. Kami yakin Gus Irawan akan mampu mengatasi ini. Bahkan, dengan jaringan yang dimilikinya, Tapsel Bangit Kembali akan cepat terwujudkan,” ungkap Amirsyam Rangkuti Ketua Panitia acara.
Disampaikan Amirsyam, berdasarkan pengalaman, tiga periode memimpin Bank Sumut, ditambah 2 periode DPR RI, tentu Gus Irawan memiliki kepiawaian dalam mengembalikan kebangkitan Tapsel dari keterpurukan yang dialami saat ini.
“Terlebih Bapak Gus Irawan memiliki kedekatan dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto, saya yakin ini menjadi pintu gerbang bagi Tapsel menuju kemajuan. Makanya, kami sebagai masyarakat sangat antusias memberi dukungan dan memenangkannya di Pilkada nanti,” ungkapnya.
Senada, Tokoh Masyarakat Abdul Salam Siregar menyebut kondisi kepincangan atau kurang meratanya program pembangunan serta tidak terserapnya anggaran dengan baik, membuat masyarakat kewalahan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Ini yang membuat warga menaruh harapan kepada sosok Gus Irawan, yang dinilai memiliki kemampuan.
“Mari kita bersatu, dan bersama ‘sapangambe sapanaili’ untuk mendukung dan memenangkan Gus Irawan Pasaribu menjadi Bupati Tapsel di pilkada nanti, dengan harapan dapat mengatasi kondisi yang ada saat ini,” ajak Abdul Salam.
Menyikapi desakan warga itu, Gus Irawan Pasaribu mengaku terharu dan bersyukur atas dukungan masyarakat yang tulus menginginkan Tapsel Kembali Bangkit di tangannya.
Politisi Partai Gerindra ini menyatakan sangat menyayangkan kondisi yang terjadi di Tapsel setidaknya dua tahun terakhir. Sangat ironis, pembangunan stagnan, serapan anggaran tidak maksimal yang justru berujung pada SiLPA.
“Ini kata data, tentu data muncul dari fakta. Padahal jika anggaran dimanfaatkan secara cepat dan tepat sesuai aturan, akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.
Tidak hanya tentang SilPA APBD yang sangat besar, Gus Irawan juga sangat heran dengan kondisi pembangunan jalan yang bersumber dari pemerintah atasan, seperti jalan provinsi di Sipirok-Arse-Saipar Dolok Hole- Aek Bilah- Batas Paluta. Menurutnya, programnya tidak dikawal dan kondisinya terkesan dibiarkan rusak parah, padahal sudah dianggarkan.
“Itu sudah dianggarkan dengan sistem MYC (Multy Years Contak) tahun 2022-2023-2024 tetapi tidak direalisasikan. Harusnya, dikawal dan dikomunikasi tentang pembangunannya. “Kalau sudah tak dibangun begini, rakyat atau koum- koum kita pengguna jalan juga yang kasihan,” ungkapnya.
Namun sambungnya, sangat miris hati sebab didaerah tetangga dengan status jalan yang sama, justru kondisinya bagus dan mendapat sentuhan pembangunan. Pemimpin itu harus peka, punya hati dan bijak. Jangan hanya menunggu.
“Yang telah dianggarkan saja bisa tak ada realisasi. Harusnya setiap program pemerintah atasan didaerah harus dikawal,” kata Gus Irawan seraya menegaskan bukan bermaksud mengkambinghitamkam siapapun, tetapi hanya bentuk tanggapan atas keluhan dan aspirasi rakyat Tapsel, karena itulah fakta dan kenyataannya.
Lebih lanjut Gus Irawan menegaskan, memang Keluarga Besar Yayasan H.Hasan Pinayungan telah sepakat dan mufakat, Gus Irawan harus turun gunung dari DPR RI, untuk membenahi kondisi Tapsel saat ini.
Selain itu, ternyata ada juga penugasan dan perintah Partai Gerindra tempatnya bernaung, untuk menempatkan kadernya di daerah, sebagai perpanjangan tangan, dalam mengawal dan memastikan program Presiden- Wakil Presiden Terpilih (Prabowo- Gibran) terealisasi dengan baik.
“Kalau sudah keputusan keluarga besar ditambah penugasan dan perintah partai, saya ‘Bismillahirrohmanirrohim’, siap berkontestasi di Pilkada dengan niat ingin membenahi Tapsel bersama rakyat dan seluruh stakeholder lainnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Gus juga bicara panjang lebar tentang kondisi kesejahteraan masyarakat saat ini, termasuk cara mengatasi pinjol (pinjaman online) dan judol (judi online), bersama semua pihak dan tak lepas dari pimpinan daerah.
Sipirok Ibukota Tapsel dan Memiliki Potensi Luar Biasa
Sipirok yang merupakan Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga, sangat tepat jika ada perhatian khusus untuk memprioritaskan program pembangunan di daerah Sipirok sekitarnya.
“Sipirok memiliki potensi yang luar biasa. Tetapi ternyata belum tertata kelola dengan baik. Karena itu, ke depan harus menjadi prioritas utama, terlebih Sipirok merupakan Ibukota Tapsel,” nilai Gus Irawan disambut gegap gempita ribuan peserta silaturahmi.
Ia merinci , Sipirok sekitarnya memiliki potensi kopi dari sektor pertanian. Apalagi telah mendapat pengakuan pemerintah berupa Indikasi Geografis (IG) dari Kemenkumham.
“Potensi perkopian di Sipirok merupakan salah satu pintu gerbang mensejahterakan masyarakat. Mulai dari petani hingga pedagang (pebisnis) kopi (UKM). Tentunya harus ada campur tangan dan keseriusan pemerintah,” ujar Gus Irawan.
Sipirok juga memiliki kain tenun khas, yang diproduksi tangan terampil lewat Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Ini kekayaan luar biasa yang harus diperhatikan dan dipastikan mendatangkan kesejahteraan bagi pengrajin nantinya.
“Jika dikelola dengan baik, akan menjadi potensi yang luar biasa,” sebut Gus seraya menyampaikan, jika seluruh ASN Tapsel diwajibkan pada hari tertentu sebagaimana kebijakan kepemimpinan sebelumnya, memakai baju tenun Sipirok, tentu ekonomi akan lebih berputar dan merata di Sipirok dan termasuk mengembangkan pemasaran keluar daerah lewat UKM.
Menurutnya, sangat simpel dalam meningkatkan UKM di Tapsel. Itupun kalau ada hati dan kecintaan pada daerah. Ada kemauan untuk membangun daerah
“Sipirok juga memiliki potensi wisata yang luar biasa. Ada pemandian air panas, pemandangan alam. Tetapi, potensi yang dimiliki Sipirok sebagai Ibukota Tapsel ini, belum semuanya dikelola secara maksimal,” ungkap Gus Irawan.
Sementara itu, Tokoh masyarakat Sumatera Utara, H. Syahrul M. Pasaribu menyebut, bicara Sipirok baginya memiliki catatan penting dalam sejarah perjalanan kepemimpinannya di Tapsel. Akan tetapi kondisi saat ini banyak tanggapan masyarakat yang kurang menggembirakan serta berdasarkan survey akademisi tingkat keberhasilan pembangunan dan kepuasan masyarakat jauh dari yang diharapkan.
Di era Sekretaris Dewan Pertimbangan Golkar Sumut itu memimpin Tapsel, banyak program strategis yang sudah dilaksanakan semisal memindahkan Ibukota dari Padangsidimpuan ke Sipirok dengan membangun kantor Bupati yang terpusat dan terintegrasi lengkap dengan berbagai infrastruktur pendukung yang dicapai dengan tidak mudah.
Didalamnya penuh dinamika. Sebab, di awal memimpin Kabupaten Tapanuli Selatan di tahun 2010, kondisi keuangan daerah tidak sedang baik-baik saja. Padahal, saat itu sesuai perintah UU 37 dan 38 pemindahan itu telah terlampaui bebera tahun.
“Pembangunan kantor dimulai 2012. Dan 2014 mulai pindah secara berangsur, di akhir tahun 2018 semua ASN sudah berkantor di Kantor Bupati Sipirok. Semua itu dapat terlaksana karena niat tulus serta kecintaan ke daerah Tapsel,” ujar Syahrul.













