KompasReal.id, Jakarta, Indonesia — Pemerintah Indonesia meluruskan informasi yang beredar di media sosial bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diganti dengan bantuan uang tunai bagi penerima manfaat. Pemerintah menegaskan klaim tersebut adalah hoaks dan tidak memiliki dasar kebijakan resmi.
Kementerian Komunikasi dan Digital
Pernyataan itu disampaikan setelah unggahan video dan postingan viral di berbagai platform sosial yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan atau pejabat pemerintah ingin mengganti penyediaan makanan bergizi dengan uang tunai kepada masyarakat. Klaim ini menyebar luas melalui Facebook dan WhatsApp tanpa verifikasi resmi.
Kementerian Komunikasi dan Digital
Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta tim cek fakta media lokal menjelaskan bahwa tidak ada pernyataan resmi dari Menteri Keuangan atau pejabat pemerintah yang mengatakan akan mengganti MBG dengan uang tunai. Informasi tersebut adalah konten menyesatkan yang dibuat tanpa rujukan sumber pemerintah.
Kementerian Komunikasi dan Digital + 1
Kementerian menekankan bahwa program MBG tetap dilaksanakan sebagai bagian dari kebijakan sosial untuk meningkatkan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan masyarakat rentan. Program ini dilaksanakan melalui penyediaan makanan langsung dan bukan berupa transfer tunai, karena tujuan utamanya adalah memastikan konsumsi gizi benar-benar terjadi.
Kementerian Komunikasi dan Digital
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar tidak membagikan atau mempercayai kabar yang tidak berasal dari kanal resmi pemerintah, seperti situs kementerian atau akun media sosial terverifikasi. Upaya ini penting untuk mencegah penyebaran informasi palsu yang dapat menimbulkan kebingungan atau ketidakpercayaan publik terhadap program bantuan sosial.
Kementerian Komunikasi dan Digital
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi resmi tentang bantuan sosial dan program pemerintahan, disarankan langsung memeriksa sumber resmi pemerintah atau saluran komunikasi lembaga terkait untuk menghindari hoaks.
KR03
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS













