Anggota DPRD Ini Terancam Dipecat karena Video Kontroversial

Redaksi

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Jakarta – Anggota DPRD Gorontalo, Wahyudin Moridu, terancam dipecat dari partainya, PDIP, setelah video kontroversialnya viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Wahyudin mengaku akan merampok uang negara saat melakukan perjalanan dinas ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menyatakan bahwa perilaku Wahyudin telah melanggar kode etik partai dan dapat diancam dengan sanksi pemecatan.

“Sudah masuk evaluasi, termasuk pelanggaran berat, ancaman sanksi pemecatan,” kata Guntur, dikutip Jumat (19/9/2025).

Setelah video berdurasi 1 menit lima detik itu memicu kemarahan publik, Wahyudin menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosialnya.

“Apa pun yang saya lakukan di video itu saya akui salah dan tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik. Atas kejadian ini saya mohon maaf beribu-ribu maaf kepada seluruh rakyat Gorontalo,” ucap Wahyudin dalam video klarifikasinya.

Namun, permohonan maaf tersebut tidak serta merta meredakan situasi. Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo telah memanggil Wahyudin untuk memberikan klarifikasi.

Ketua BK DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, mengungkapkan bahwa Wahyudin mengaku berada di bawah pengaruh minuman keras saat membuat video tersebut.

“Yang bersangkutan menyampaikan kalau dari tadi malam, dia minum-minuman keras sampai besok paginya, itu ke bandara masih dalam keadaan kondisi tidak sadar, artinya dalam keadaan mabuk,” kata Fikram.

Lebih lanjut, Fikram menjelaskan bahwa Wahyudin mengaku tidak sadar telah mengucapkan kata-kata tersebut dan tidak tahu bahwa dirinya sedang direkam.

“Pada intinya, yang bersangkutan menyampaikan bahwa yang disampaikan itu dalam keadaan tidak sadar dan dia tidak mengetahui kalau itu divideokan,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi sorotan tajam dan menimbulkan pertanyaan serius tentang etika serta tanggung jawab pejabat publik.

Baca Juga :  Terkait Kasus Korupsi Laptop, Kejagung Kembali Periksa Sekretaris Nadiem Makarim

Masyarakat Gorontalo kini menunggu tindakan tegas dari PDIP dan DPRD Provinsi Gorontalo terkait skandal yang mencoreng nama baik lembaga tersebut. (KR/CNN)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kemanunggalan: Warga dan Satgas TMMD Ke-128 Kompak Bahu-Membahu Turunkan Material Semen
Program CKG Ungkap Tiga Masalah Kesehatan Dominan pada Pelajar Indonesia
Kantor Hukum Ongki Saputra, S.HI & Part Hadiri Rakernas PERADI SAI 2026
Berbagi Kebaikan Lewat Tempe: Langkah Kecil Satgas Yonif 123/Rjw Pererat Persaudaraan di Asmat
Wajah Sumringah Maikel May: Rumah Tak Layak Huni Kini Beratap Seng, Hasil Kerja Nyata Satgas TMMD Ke-128 Manokwari
Koleksi Almira ADS Bersinar di Catwalk Persit: Perpaduan Modern & Wastra Nusantara Jadi Magnet Penjualan
Padukan Tenun dan Modern, Almira ADS di Booth 18 Curi Perhatian di PERSIT BISA Vol. II
Hadir Sebagai Guru Pengganti, Satgas Yonif 410/ALG Semangati Generasi Muda di Aroba
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:30 WIB

Wujud Kemanunggalan: Warga dan Satgas TMMD Ke-128 Kompak Bahu-Membahu Turunkan Material Semen

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:19 WIB

Program CKG Ungkap Tiga Masalah Kesehatan Dominan pada Pelajar Indonesia

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:57 WIB

Kantor Hukum Ongki Saputra, S.HI & Part Hadiri Rakernas PERADI SAI 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:42 WIB

Berbagi Kebaikan Lewat Tempe: Langkah Kecil Satgas Yonif 123/Rjw Pererat Persaudaraan di Asmat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:36 WIB

Wajah Sumringah Maikel May: Rumah Tak Layak Huni Kini Beratap Seng, Hasil Kerja Nyata Satgas TMMD Ke-128 Manokwari

Berita Terbaru