KompasReal.id, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengumumkan bahwa pemerintahnya telah mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan militer Inggris untuk tujuan defensif dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Keputusan ini diambil di tengah eskalasi ketegangan setelah serangkaian serangan rudal dan drone oleh Iran di kawasan Teluk.
Starmer menegaskan bahwa izin tersebut hanya berlaku untuk tujuan terbatas dan defensif, yaitu menargetkan gudang dan peluncur rudal Iran yang berpotensi menimbulkan ancaman terhadap warga sipil dan sekutu di kawasan tersebut. Ia mengatakan langkah ini dilakukan untuk melindungi nyawa warga Inggris dan sekutu lama Inggris di wilayah tersebut.
Menteri tersebut juga menegaskan bahwa Inggris tidak bergabung dalam serangan ofensif langsung terhadap Iran, dan keputusan ini diambil berdasarkan hak pembelaan bersama serta dalam kerangka hukum internasional. London sebelumnya menolak permintaan serupa dari Washington karena kekhawatiran hukum, namun meningkatnya ancaman terhadap warga dan kepentingan Inggris membuat pemerintah berubah sikap.
Starmer menambahkan bahwa jet tempur Inggris juga telah terlibat dalam operasi pertahanan di kawasan, termasuk menghadang serangan Iran terhadap sekutu regional. London juga sedang menyiapkan operasi bantuan besar-besaran bagi warga Inggris yang berada di negara-negara Teluk, di mana ratusan ribu orang terdaftar dan berisiko terkena dampak konflik.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Malaymai.com













