KompasReal.com – Indonesia, dengan rentang sejarah yang membentang dari masa prasejarah hingga era kerajaan-kerajaan besar, adalah gudang harta karun artefak kuno. Benda-benda peninggalan bersejarah ini tak hanya memperkaya koleksi museum, tetapi juga menjadi saksi bisu peradaban manusia yang pernah eksis di Nusantara. Artefak-artefak ini merupakan jendela untuk memahami kehidupan, kepercayaan, teknologi, dan seni para leluhur bangsa.
Artefak dari Masa Prasejarah
Jauh sebelum catatan tertulis ada, manusia purba telah meninggalkan jejak berupa alat-alat kehidupan sehari-hari. Penemuan-penemuan ini sering dikelompokkan berdasarkan zaman batu:
- Zaman Paleolitikum (Batu Tua): Artefak yang ditemukan umumnya berupa kapak genggam (chopper) yang masih kasar dan belum diasah, serta alat serpih (flakes). Lokasi penemuan penting termasuk di Pacitan dan Ngandong.
- Zaman Mesolitikum (Batu Tengah): Manusia mulai hidup menetap di gua-gua (abris sous roche). Artefak yang lebih halus muncul, seperti kapak pendek (hache courte), kapak Sumatera (pebble), dan alat-alat dari tulang.
- Zaman Neolitikum (Batu Muda): Pada masa ini, manusia sudah bercocok tanam. Peninggalan yang menonjol adalah kapak persegi (beliung) dan kapak lonjong, serta gerabah, perhiasan, dan alat-alat lain yang menunjukkan perkembangan teknologi pengasahan.
- Zaman Megalitikum (Batu Besar): Menghasilkan struktur batu berukuran besar yang berhubungan dengan pemujaan roh nenek moyang, seperti Menhir (tugu batu), Dolmen (meja batu), Sarkofagus (peti jenazah batu tunggal), dan Punden Berundak.
Artefak dari Masa Kerajaan Hindu-Buddha
Masa kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha, seperti Sriwijaya, Mataram Kuno, dan Majapahit, meninggalkan artefak yang bernilai seni dan sejarah tinggi.
- Prasasti: Merupakan catatan tertulis di atas batu atau lempengan logam (tembaga, perunggu, emas). Prasasti memuat titah raja, penetapan sima (tanah bebas pajak), atau puji-pujian. Contohnya adalah Prasasti Kedukan Bukit (Sriwijaya), Prasasti Ciaruteun (Tarumanagara), dan Prasasti Talang Tuo.
- Candi: Bangunan suci yang berfungsi sebagai tempat ibadah atau makam raja. Candi Borobudur dan Candi Prambanan adalah contoh artefak struktural yang paling megah.
- Arca: Patung yang dibuat dengan tujuan keagamaan, mewujudkan dewa-dewi atau tokoh suci. Contohnya Arca Budha di Kota Bangun dan berbagai arca Ganesya atau Wisnu yang tersebar di berbagai wilayah.
- Nekara: Genderang besar dari perunggu yang merupakan hasil budaya perundagian pada masa akhir prasejarah hingga awal masa sejarah. Nekara ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, dan pulau-pulau lainnya.
Artefak dari Masa Islam dan Kolonial
Periode masuknya Islam dan kolonialisme juga menyisakan artefak penting:
- Makam Kuno: Kompleks makam raja atau ulama yang menunjukkan akulturasi budaya, seperti Makam Sultan Malikussaleh.
- Uang Kuno: Berupa koin atau mata uang yang digunakan pada masa kerajaan Islam atau masa kolonial.
- Benteng dan Bangunan Kolonial: Bangunan yang berfungsi sebagai pertahanan atau pusat administrasi, seperti Benteng Vredeburg di Yogyakarta.
Upaya Pelestarian dan Repatriasi
Sayangnya, banyak artefak Indonesia yang sempat dibawa ke luar negeri pada masa kolonial. Belakangan ini, pemerintah Indonesia gencar melakukan upaya repatriasi (pengembalian) artefak-artefak tersebut, seperti ratusan benda bersejarah yang dikembalikan dari Belanda.
Artefak kuno Indonesia adalah warisan tak ternilai yang harus dijaga dan dipelajari. Melalui benda-benda ini, kita dapat menelusuri akar sejarah bangsa dan memahami betapa kayanya peradaban Nusantara di masa lalu. (KR/gm)












