Korea Utara Resmikan Kawasan Perumahan Baru untuk Keluarga Tentara yang Gugur di Perang Ukraina

Redaksi

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Peresmian kawasan baru di Pyongyang
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada Minggu (15 Februari 2026) meresmikan sebuah distrik perumahan baru di ibu kota Pyongyang yang dirancang khusus untuk keluarga tentara yang gugur dalam konflik perang Rusia–Ukraina. Kawasan ini dinamai Saeppyol Street dan diperkirakan menjadi tempat tinggal bagi keluarga para pahlawan yang telah tewas dalam operasi militer tersebut.

Tujuan dan simbolisme pembangunan
Dalam pidatonya, Kim mengatakan bahwa pembangunan kawasan itu dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan negara terhadap para prajurit yang dianggap telah “mengorbankan hidupnya demi bangsa”, serta agar keluarga yang ditinggalkan dapat hidup dengan “bangga dan bahagia”. Hal ini menunjukkan upaya rezim untuk mengukuhkan narasi nasionalisme dan loyalitas kepada negara.

Kehadiran keluarga pemimpin dan aspek politik
Acara peresmian turut dihadiri oleh putri Kim, Kim Ju Ae, yang beberapa media laporkan semakin sering tampil dalam berbagai kegiatan kenegaraan. Keterlibatan figur keluarganya dalam acara publik ini ditafsirkan oleh sejumlah analis sebagai upaya memperkuat citra politik dan kesinambungan kekuasaan di Korea Utara.

Latar belakang keterlibatan dalam perang Ukraina
Kawasan hunian ini dibangun di tengah kampanye propaganda yang terus digencarkan oleh rezim Pyongyang untuk memuliakan peran militer Korea Utara yang dikerahkan mendukung pasukan Rusia di Ukraina. Menurut estimasi intelijen Korea Selatan, lebih dari ribuan tentara Korea Utara telah tewas atau terluka dalam konflik tersebut.

5. Momentum politik dan propaganda domestik
Peresmian Saeppyol Street juga terjadi menjelang Kongres Partai Pekerja Korea yang akan digelar, di mana Kim Jong Un diperkirakan akan mempertegas prioritas kebijakan domestik dan luar negeri rezimnya. Pembangunan kawasan ini dipandang sebagai bagian dari upaya rezim memperkuat dukungan domestik dengan menonjolkan “kepedulian negara terhadap keluarga korban  belum tersedia. Informasi tentang jumlah korban dan keterlibatan militer dalam perang bisa berbeda menurut berbagai sumber intelijen internasional.

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: AP news

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 
Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik
Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi
Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik
Trump Tertekan, Iran Unggul di Perang Politik
Mehdi Taremi Siap Tinggalkan Olympiacos, Kembali ke Iran Demi Membela Negara
Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serangan Terhadap Rudal Iran
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:27 WIB

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —

Senin, 9 Maret 2026 - 00:52 WIB

Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:29 WIB

Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:00 WIB

Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB