KompasReal.id, Peresmian kawasan baru di Pyongyang
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada Minggu (15 Februari 2026) meresmikan sebuah distrik perumahan baru di ibu kota Pyongyang yang dirancang khusus untuk keluarga tentara yang gugur dalam konflik perang Rusia–Ukraina. Kawasan ini dinamai Saeppyol Street dan diperkirakan menjadi tempat tinggal bagi keluarga para pahlawan yang telah tewas dalam operasi militer tersebut.
Tujuan dan simbolisme pembangunan
Dalam pidatonya, Kim mengatakan bahwa pembangunan kawasan itu dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan negara terhadap para prajurit yang dianggap telah “mengorbankan hidupnya demi bangsa”, serta agar keluarga yang ditinggalkan dapat hidup dengan “bangga dan bahagia”. Hal ini menunjukkan upaya rezim untuk mengukuhkan narasi nasionalisme dan loyalitas kepada negara.
Kehadiran keluarga pemimpin dan aspek politik
Acara peresmian turut dihadiri oleh putri Kim, Kim Ju Ae, yang beberapa media laporkan semakin sering tampil dalam berbagai kegiatan kenegaraan. Keterlibatan figur keluarganya dalam acara publik ini ditafsirkan oleh sejumlah analis sebagai upaya memperkuat citra politik dan kesinambungan kekuasaan di Korea Utara.
Latar belakang keterlibatan dalam perang Ukraina
Kawasan hunian ini dibangun di tengah kampanye propaganda yang terus digencarkan oleh rezim Pyongyang untuk memuliakan peran militer Korea Utara yang dikerahkan mendukung pasukan Rusia di Ukraina. Menurut estimasi intelijen Korea Selatan, lebih dari ribuan tentara Korea Utara telah tewas atau terluka dalam konflik tersebut.
5. Momentum politik dan propaganda domestik
Peresmian Saeppyol Street juga terjadi menjelang Kongres Partai Pekerja Korea yang akan digelar, di mana Kim Jong Un diperkirakan akan mempertegas prioritas kebijakan domestik dan luar negeri rezimnya. Pembangunan kawasan ini dipandang sebagai bagian dari upaya rezim memperkuat dukungan domestik dengan menonjolkan “kepedulian negara terhadap keluarga korban belum tersedia. Informasi tentang jumlah korban dan keterlibatan militer dalam perang bisa berbeda menurut berbagai sumber intelijen internasional.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: AP news













