KompasReal.id, Mandailing Natal – Masyarakat Desa Padang Laru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, siap meramaikan tradisi buka lubuk larangan di kawasan Pintu Air.
Kegiatan yang dinantikan tahunan ini akan digelar dua hari setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H (2026), dengan harga tiket terjangkau sebesar Rp60.000 per peserta.
Informasi pembukaan lubuk larangan pertama kali diumumkan melalui akun TikTok Selayan milik Kepala Desa Padang Laru, Ahmad Landong Selayan, pada 28 Februari 2026.
Dalam unggahannya tertulis, “Kabar gembira, lubuk rarangan yang ditunggu-tunggu akan dibuka dua hari lebaran.”
Saat dikonfirmasi pada Selasa (11/3/2026), Ahmad Landong Selayan membenarkan informasi tersebut. “Ya, benar. Pemberitahuan kami unggah lebih awal agar masyarakat bisa mempersiapkan diri dan mengetahui jadwalnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peserta hanya diperbolehkan menggunakan jaring (baik kecil maupun besar) untuk menangkap ikan. Aturan ini dibuat untuk menjaga ketertiban dan kelestarian ikan di lubuk tersebut.
Pengumuman langsung mendapatkan respons antusias dari masyarakat. Berbagai komentar positif muncul di kolom unggahan, seperti dari akun Dolok Aek Pohon yang menulis “Tanjung Julu siap,” serta Ceat yang menyatakan “Pagur siap.”
Beberapa warga bahkan sudah menanyakan cara pembelian tiket, seperti yang disampaikan Doly Darmansyah Nasution dengan komentar “Sajia tiket sudaro.”
Kepala Desa berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan pasca-Lebaran, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga dan melestarikan warisan budaya lokal.
“Kami harap acara berjalan lancar, aman, dan menjadi momen kebersamaan. Semoga tradisi lubuk larangan tetap lestari dan memberi manfaat bagi semua,” harapnya.
Tradisi buka lubuk larangan merupakan kearifan lokal Mandailing Natal, di mana kawasan sungai tertentu ditutup untuk waktu tertentu agar ikan dapat berkembang biak, kemudian dibuka secara bersama untuk dinikmati masyarakat. (KR11)
Editor : Paruhum













