Masyarakat Desak Satpol PP Razia Pakter di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara

Redaksi

- Penulis

Senin, 28 April 2025 - 05:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Padangsidimpuan – Razia penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah pondok tertutup oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padangsidimpuan baru-baru ini mendapat sorotan dari salah seorang aktivis di wilayah Tabagsel.

“Pada prinsipnya kita apresiasi giat razia yang dilakukan tim Satpol PP Kota Padangsidimpuan saat melakukan penertiban di sejumlah pondok Simarsayang kemarin, namun kita berharap Satpol PP tidak menjalankan tugasnya terkesan pilih kasih (tebang pilih). Kita ingin Satpol PP menjalankan tugasnya secara adil dan merata, tanpa membeda-bedakan atau memberikan perlakuan khusus terhadap pelanggar Perda,” kata Stevenson Ompusunggu kepada media ini, Minggu (27/4/2025).

Steven yang juga merupakan warga Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara ini menginginkan Satpol PP tidak hanya melakukan penertiban pada cafe atau warung yang menyediakan pondok saja, melainkan juga melakukan razia di semua tempat yang diduga rawan menjual minuman keras dan menjadi lokasi prostitusi.

Menurut dia, untuk menekan angka pelanggaran dan memastikan ketertiban serta ketenteraman bagi masyarakat, Satpol PP Kota Padangsidimpuan sebaiknya tidak hanya melakukan razia pekat di sejumlah tempat saja, melainkan juga perlu dilakukan secara rutin dan menyeluruh.

“Seperti sejumlah warung berkedok lapo tuak (pakter) yang ada di daerah kecamatan Padangsidimpuan Tenggara ini, sudah sangat meresahkan warga sekitar. Kita mendesak agar segera ditertibkan, sebab dikhawatirkan juga tempat menjual minuman keras beralkohol tinggi dan rawan menjadi tempat praktik prostitusi,” ungkap Steven.

Pria yang beralamatkan KTP di Kelurahan Pijorkoling itu membeberkan, kalau di daerah ia tinggal saat ini sering mendapati sejumlah pakter hanya sebagai kedok bagi pengunjung laki-laki dewasa saja. Akan tetapi, acap kali juga dikunjungi para perempuan.

“Bahkan kalau kita analisa, tidak sedikit perempuan yang berkunjung ke pakter-pakter tersebut masih tergolong di bawah umur,” kata pria yang menginginkan daerah dia tinggali itu juga mendapatkan perhatian dari Satpol PP.

Baca Juga :  Silaturahmi Ramadhan Pemko Padangsidimpuan dengan Pers, Fokus Peningkatan Kompetensi Wartawan

Sebagai masyarakat yang memiliki hak untuk meminta Satpol PP melakukan razia di tempat-tempat prostitusi, Steven mengaku bersedia membantu mendampingi tim Satpol PP untuk menegakkan peraturan termasuk penindakan terhadap pekat dan pelaku praktik prostitusi yang melanggar hukum.

“Saya siap membantu rekan-rekan Satpol PP saat razia pekat berikutnya, khususnya di lokasi terindikasi praktik prostitusi berkedok pakter tuak yang ada di wilayah kecamatan Padangsidimpuan Tenggara ini,” tegasnya lagi.

Steven berharap lewat pemberitaan ini, dapat menjadi bentuk laporan informasi nantinya bagi Satpol PP Kota Padangsidimpuan untuk menindaklanjutinya. Sehingga, razia-razia yang dilaksanakan sebelumnya tidak terkesan hanya untuk memenuhi target semata, namun dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, Steven menambahkan lagi, sebagai wujud kepedulian dan diharapkan dapat menjadi atensi bagi pemerintah daerah, ia juga akan mendesak Satpol PP melakukan razia rutin secara menyeluruh lewat penyampaian aspirasi yang akan digelarnya dalam waktu dekat.

“Sebagai bentuk desakan dari masyarakat, dalam waktu dekat kami bersama rekan aktivis lainnya yang tergabung dalam beberapa elemen akan menyuarakan hal ini lewat aksi damai di depan kantor Satpol PP Kota Padangsidimpuan. Kami harapkan aspirasi yang disampaikan nantinya dapat ditampung dan dinilai positif oleh masyarakat serta pemerintah, khususnya pihak Satpol PP,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Berulang di Hutan Nabundong: Mayat Ditemukan Kembali dalam Dua Pekan
BLT Dana Desa Tahap Akhir 2025 Disalurkan di Sidojadi, Kades Ingatkan Penggunaan yang Tepat
Tanpa Izin, Tanpa Takut: Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Batang Sinabuan Kembali Beroperasi
PMI Paluta Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Pasar Gunungtua
Pengakuan ASN Dinas Pendidikan Bogor Gegerkan Publik, Klaim Kagum karena “Kesolehan” Terbantahkan Isi Chat
DPC GCI Padangsidimpuan Peduli Bencana Banjir di Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan.
Partai Golkar Padangsidimpuan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir, Bukti Nyata Kepedulian dan Empati
Jaringan Narkoba di Madina Terjaring: Kodim 0212/Tapsel Sikat Pengedar Sabu di Batahan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:54 WIB

Misteri Berulang di Hutan Nabundong: Mayat Ditemukan Kembali dalam Dua Pekan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 17:29 WIB

BLT Dana Desa Tahap Akhir 2025 Disalurkan di Sidojadi, Kades Ingatkan Penggunaan yang Tepat

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:46 WIB

Tanpa Izin, Tanpa Takut: Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Batang Sinabuan Kembali Beroperasi

Selasa, 16 Desember 2025 - 16:33 WIB

PMI Paluta Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Pasar Gunungtua

Minggu, 14 Desember 2025 - 06:27 WIB

Pengakuan ASN Dinas Pendidikan Bogor Gegerkan Publik, Klaim Kagum karena “Kesolehan” Terbantahkan Isi Chat

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB