MENTAN LURUSKAN POLEMIK KILANG PADI UNTUNG 2 TRILIUN, SEBUT PRAKTIK PENIPUAN PENJUALAN BERAS

KompasReal.id

- Editor

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompasreal.id -Nasional. Menteri Pertanian Amran Sulaiman luruskan polemik pernyataan presiden tentang keuntungan penggilingan padi yang mencapai 2 triliun Rupiah setiap bulan.

 

Amran menjelaskan, keuntungan yang dimaksud bukan hasil operasional normal penggilingan padi,melainkan adanya tindakan penipuan yang dilakukan kilang padi nakal.

 

“Jangan fokus pada angkanya tapi fokus pada tindak kejahatanya,yang dimaksud bukan keuntungan normal, tapi tindak penipuan yang merugikan konsumen, melalui penjualan beras premium yang tidak sesuai standar mutu””.jelas Amran.

 

Dilansir dari akun sosial media Ditjen PKH Kementan RI, Amran menambahkan. Awal Penemuan tindak penipuan penjualan beras tidak sesuai standar mutu, ketika Kementerian Pertanian melakukan pengujian beras premium sebanyak 212 merek yang ada di pasar.

 

Hasilnya menunjukkan 86% sampel tidak memenuhi standar mutu kelayakan sebagai beras premium.

 

Amran memaparkan, jumlah produksi beras premium nasional 39.75% dari total produksi beras nasional atau sekitar 12.2 juta ton/tahun.berdasar hasil pengawasan ditemukan 86% diduga tidak memenuhi standar mutu, atau sekitar 10,5 juta ton.

 

Kementan menghitung estimasi pengurangan nilai ekonomi yang dibayar masyarakat saat membeli beras tersebut.

 

Beras dibawah standar premium dijual Rp 8000/kg,namun dijual kilang padi nakal seharga beras premium sebesar Rp 17.300/kg.ditemukan selisih harga Rp 9.300/ kg atau sekitar Rp 9,3 juta/ton.ketika selisih harga dikalikan estimasi jumlah beras premium yang tidak sesuai standar mutu, potensi kerugian masyarakat mencapai Rp 97.7 triliun/tahun.

 

Amran menambahkan, dari total kerugian Rp 97,7 triliun, ada satu perusahaan yang menurut perhitungan Kementan meraup keuntungan Rp 2,08 triliun/bulan.

 

angka 2 triliun bukan keuntungan volume produksi satu unit penggilingan padi. Melainkan keuntungan yang diperoleh dari praktik penjualan beras premium yang tidak sesuai standar mutu. Pungkas Amran. (Kr 07)

Penulis : Kr07

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor
Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo
Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi
Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan
Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan
Semarak HUT RI Ke-81 Di Batas Ujung Timur, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Turut Gelar Upacara dan Layanan Kesehatan Gratis
Di Garis Depan NKRI, Satgas Yonif 643/Wns Gelar Perlombaan Rakyat Semarakkan HUT ke-81 RI
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:32 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor

Kamis, 3 September 2026 - 10:51 WIB

Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas

Berita Terbaru