Muhammad bin al-Qasim: Penakluk Muda yang Dirindukan Hati Rakyat

Redaksi

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Andai Islam adalah agama barbar,tentu para penakluknya tidak akan dikenang dengan cinta oleh rakyat yang ditaklukkannya. Salah satu buktinya adalah kisah seorang pemuda belia, keturunan Yaman—tanah yang disebut Nabi sebagai “Ahl al-Hikmah” (orang-orang bijak)—yang berhasil menaklukkan India di usia yang masih sangat muda, 17 tahun.

Dia lahir di Thaif pada tahun 73 H,yang saat itu masih bagian dari Yaman. Dibesarkan di lingkungan militer di kota Wasith, ia dididik dengan keras dalam ilmu ketentaraan dan berkuda. Bakatnya yang cemerlang menarik perhatian Gubernur al-Hajjaj bin Yusuf at-Tsaqafi, yang mengangkatnya sebagai panglima di perbatasan Sind sebelum usianya genap 17 tahun.

Misi besarnya dimulai ketika Raja Dahir menolak menyerahkan kapal dagang dan tawanan Muslim secara damai kepada Khilafah Umayyah.Al-Hajjaj pun memercayakan tugas besar ini kepada sang pemuda. Dalam rentang dua tahun, dia berhasil menaklukkan kota demi kota, mengalahkan Raja Dahir dalam pertempuran tahun 92 H, dan akhirnya menguasai Sind hingga Punjab.

Kunci keberhasilannya bukan hanya pada strategi perang,tetapi pada akhlaknya yang mulia. Sang panglima muda dikenal sangat tawadhu’; meski memimpin, ia menghormati tentara yang lebih tua dan selalu melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan. Sikap adil dan toleransinya membuat penduduk setempat, baik Hindu maupun Buddha, terkesima.

Kepergiannya sungguh meninggalkan duka yang mendalam.Muhammad bin al-Qasim wafat di usia sangat muda, 24 tahun, di Wasit, Irak. Ribuan orang berduka, bukan hanya dari kalangan Muslim, tetapi juga masyarakat Sind yang beragama Hindu dan Buddha. Mereka menangisinya, bahkan mengabadikan gambarnya di dinding rumah sebagai bentuk kenangan dan penghormatan.

Dialah Muhammad bin al-Qasim at-Tsaqafi,sang penakluk termuda yang berhasil membawa wilayah India, Pakistan, Bangladesh, dan Kashmir ke dalam pangkuan Islam. Kisahnya adalah gambaran nyata bahwa Islam disebarkan dengan kemuliaan akhlak, sehingga sang penakluk pun diratapi kepergiannya oleh semua pihak, lintas agama dan keyakinan.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Patung Ibrahim Aliatar di Loja: Penghormatan Spanyol pada Pejuang Muslim yang Gugur 9 Tahun Sebelum Jatuhnya Granada
Dua Gadis Tunarungu Bandung Menang Besar: Kerja Keras Membayar Lunas!
Sabai Nan Aluih: Gadis Pemberani dari Ranah Minang
Ada seorang ibu yang ingin bercerai dari suaminya. Ia kemudian berdiskusi panjang dengan saya.
18 Tahun Terdampar di Lombok, Norida Akmal Akhirnya Pulang ke Pangkuan Keluarga
Kisah Rani, Wanita Tangguh yang Menaklukkan Rintangan
Kisah Bridger Walker, Bocah Pahlawan Dunia Nyata yang Menjadi Perisai Hidup Demi Adiknya
Tiga Dekade Terpisah Rel Kereta, Sebuah Sketsa Mengantar Anak Itu Kembali ke Pelukan Ibu
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:20 WIB

Patung Ibrahim Aliatar di Loja: Penghormatan Spanyol pada Pejuang Muslim yang Gugur 9 Tahun Sebelum Jatuhnya Granada

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:30 WIB

Dua Gadis Tunarungu Bandung Menang Besar: Kerja Keras Membayar Lunas!

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:02 WIB

Sabai Nan Aluih: Gadis Pemberani dari Ranah Minang

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:22 WIB

Ada seorang ibu yang ingin bercerai dari suaminya. Ia kemudian berdiskusi panjang dengan saya.

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:49 WIB

18 Tahun Terdampar di Lombok, Norida Akmal Akhirnya Pulang ke Pangkuan Keluarga

Berita Terbaru

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB

Mandailing natal

Kapolres Madina dan Bupati Tinjau Pos PAM II Natal hingga Pantai Kavling

Kamis, 19 Mar 2026 - 19:31 WIB