Patuan Mandailing Siapkan Konsolidasi Total, Tegaskan Isu Tanah Ulayat Belum Tuntas

Redaksi

- Penulis

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal — Isu tanah ulayat kembali menjadi perhatian di Kabupaten Mandailing Natal. Raja Panusunan Mandailing Godang, Hasanul Arifin Nasution bergelar Patuan Mandailing, menyatakan pihaknya sedang menyiapkan konsolidasi internal secara total di kalangan pemangku adat untuk memperjelas sikap bersama terkait status dan penguatan tanah ulayat.

 

Hal tersebut disampaikan Hasanul Arifin Nasution kepada sejumlah jurnalis di Panyabungan, Minggu (15/3/2026).

 

Menurutnya, persoalan tanah ulayat bukan sekadar soal kebijakan pemerintah daerah, tetapi juga menyangkut pemahaman bersama di kalangan masyarakat adat Mandailing. Karena itu, pembahasan internal di antara raja-raja adat dan keluarga besar Mandailing dinilai perlu dituntaskan terlebih dahulu.

 

“Yang kita butuhkan bukan hanya pengakuan daerah melalui Peraturan Daerah. Yang lebih penting adalah adanya pemahaman yang sama sehingga kita bisa sampai pada sikap bersama,” ujarnya.

 

Pemahaman Masyarakat Masih Beragam:

 

Patuan Mandailing menjelaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat perbedaan pandangan di kalangan masyarakat adat mengenai tanah ulayat. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa tanah ulayat telah sepenuhnya menjadi tanah negara, sehingga dianggap tidak lagi memiliki persoalan hukum atau adat.

 

Padahal, menurut berbagai kajian, termasuk yang dilakukan Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Kabupaten Mandailing Natal (FPPAB Madina), negara sebenarnya tidak pernah mengabaikan keberadaan tanah ulayat. Negara justru mengakui keberadaannya dan mendorong proses inventarisasi tanah adat.

 

“Masih ada yang mengira tanah ulayat sudah sepenuhnya menjadi tanah negara dan tidak ada lagi yang perlu dibahas. Padahal persoalannya belum sesederhana itu,” katanya.

 

Dorong Penguatan Melalui Perda:

 

Ia menegaskan, apabila masyarakat adat telah memiliki pemahaman yang sama mengenai tanah ulayat, maka **Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mandailing Natal tidak memiliki alasan untuk menunda penguatan hukum melalui Peraturan Daerah (Perda).

Baca Juga :  Kejari Madina Tegaskan Isu Setoran Pengamanan ke Jaksa Tidak Benar

 

Namun ia juga mengingatkan agar polemik internal tidak muncul setelah Perda diterbitkan, sehingga konsolidasi di kalangan adat menjadi langkah penting yang harus dilakukan terlebih dahulu.

 

Inventarisasi Tanah Ulayat:

 

Sebagai langkah konkret, Patuan Mandailing mengatakan pihaknya akan terus membangun dialog internal sambil menjalin komunikasi informal dengan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk membentuk pemahaman yang jernih, sikap yang jelas, dan keputusan yang tegas terkait tanah ulayat.

 

Ia juga menyebut bahwa pada tahap selanjutnya, bersama pemerintah daerah akan dilakukan inventarisasi tanah ulayat, termasuk menentukan lokasi dan luas wilayahnya.

 

“Dalam konteks Mandailing Natal, ada sejumlah titik yang sensitif sehingga harus disikapi secara bijaksana,” ujarnya.

 

Hasanul Arifin Nasution yang baru kembali dipercaya memimpin FPPAB Madina berharap seluruh pihak, termasuk para akademisi dan tokoh yang selama ini mengkaji isu tanah ulayat, dapat bersama-sama membangun pemahaman yang kuat dan sikap yang tegas demi penguatan hak adat di Mandailing Natal. (KR11).

Penulis : Kr11

Editor : EMAS

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Kritik Bupati Madina: Disiplin Masyarakat Harus Diimbangi Tata Kelola ASN Yang Konsisten
Diduga Korsleting Listrik, Satu Unit Rumah Warga Desa Darussalam Panyabungan Hangus di Hari Ketiga Lebaran
Dua Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor di Desa Simanguntong, Satu Lainnya Masih Dirawat
Kapolres Madina dan Bupati Tinjau Pos PAM II Natal hingga Pantai Kavling
Kapolres Madina Pastikan Kesiapan Personel di Pos Pengamanan, Tinjau Langsung Pelayanan Untuk Masyarakat
Bangun Sinergi, Kapolres Mandailing Natal, Gelar Buka Puasa Bersama Aliansi Mahasiswa
Tambang Emas Ilegal di Batang Natal Kembali Memakan Korban, Dua Warga Tewas Tertimbun Longsor
Penghujung Ramadan, Korwasis Madina Gelar Temu Santai Bahas Agenda Strategis Organisasi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 01:00 WIB

Mahasiswa Kritik Bupati Madina: Disiplin Masyarakat Harus Diimbangi Tata Kelola ASN Yang Konsisten

Senin, 23 Maret 2026 - 16:02 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Satu Unit Rumah Warga Desa Darussalam Panyabungan Hangus di Hari Ketiga Lebaran

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:49 WIB

Dua Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor di Desa Simanguntong, Satu Lainnya Masih Dirawat

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:31 WIB

Kapolres Madina dan Bupati Tinjau Pos PAM II Natal hingga Pantai Kavling

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:21 WIB

Kapolres Madina Pastikan Kesiapan Personel di Pos Pengamanan, Tinjau Langsung Pelayanan Untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Sumatera Barat

Arus Balik Lebaran Picu Kemacetan di Sejumlah Kawasan Wisata Sumbar

Rabu, 25 Mar 2026 - 11:46 WIB