Patung Ibrahim Aliatar di Loja: Penghormatan Spanyol pada Pejuang Muslim yang Gugur 9 Tahun Sebelum Jatuhnya Granada

Redaksi

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kompasReal.id, LOJA, Spanyol – Di kota Loja, Andalusia, Spanyol, berdiri megah sebuah patung perunggu yang menggambarkan sosok komandan Muslim Ibrahim Aliatar (Ali Al-Attar), gubernur (alcaide) kota ini dari tahun 1462 hingga gugur dalam pertempuran. Patung ini menjadi bukti unik bagaimana bangsa Spanyol, yang berhasil merebut kembali Andalusia dari tangan Muslim, justru memilih untuk mengabadikan sosok lawan mereka yang gigih berperang, bukan tokoh yang menyerah.

Ibrahim Aliatar adalah komandan militer Emirat Granada yang terkenal dengan keberanian dan keahlian militernya. Ia menjabat sebagai gubernur Loja, sebuah kota perbatasan yang strategis, dan menjadi salah satu pembela terakhir kerajaan Nasriyah. Dalam sejarah Spanyol, ia dikenal sebagai tokoh legendaris yang melawan pasukan Katolik Raja Ferdinand dan Ratu Isabella hingga titik darah penghabisan.

Gugurnya Aliatar terjadi pada tahun 1483 dalam Pertempuran Lucena, sembilan tahun sebelum jatuhnya Granada pada 1492. Dalam pertempuran tersebut, pasukan Muslim yang dipimpinnya berhadapan dengan pasukan Kastilia. Meskipun jumlah pasukan Muslim jauh lebih sedikit, Aliatar tetap bertempur dengan gigih hingga akhirnya gugur di medan perang. Putrinya yang bernama Morayma kemudian menikah dengan Sultan Muhammad XII (Boabdil), sultan terakhir Granada.

Hingga kini, pedang Aliatar yang menjadi simbol perlawanannya tersimpan di Museum Granada dan telah didigitalkan dalam format 3D untuk pelestarian sejarah. Keberadaan patungnya di Loja dan pelestarian pedangnya menunjukkan penghargaan Spanyol terhadap nilai-nilai kepahlawanan, meskipun datang dari pihak yang pernah mereka lawan dalam perjuangan panjang Reconquista.

Sumber:
– Wikipedia (Ibrahim Aliatar, Battle of Lucena,

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: Wikipedia

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Gadis Tunarungu Bandung Menang Besar: Kerja Keras Membayar Lunas!
Sabai Nan Aluih: Gadis Pemberani dari Ranah Minang
Ada seorang ibu yang ingin bercerai dari suaminya. Ia kemudian berdiskusi panjang dengan saya.
18 Tahun Terdampar di Lombok, Norida Akmal Akhirnya Pulang ke Pangkuan Keluarga
Kisah Rani, Wanita Tangguh yang Menaklukkan Rintangan
Kisah Bridger Walker, Bocah Pahlawan Dunia Nyata yang Menjadi Perisai Hidup Demi Adiknya
Tiga Dekade Terpisah Rel Kereta, Sebuah Sketsa Mengantar Anak Itu Kembali ke Pelukan Ibu
Nekat Welas Asih: Susi Pudjiastuti dan Misi Kemanusiaan Pertama ke Darah Tsunami Aceh
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:20 WIB

Patung Ibrahim Aliatar di Loja: Penghormatan Spanyol pada Pejuang Muslim yang Gugur 9 Tahun Sebelum Jatuhnya Granada

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:30 WIB

Dua Gadis Tunarungu Bandung Menang Besar: Kerja Keras Membayar Lunas!

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:02 WIB

Sabai Nan Aluih: Gadis Pemberani dari Ranah Minang

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:22 WIB

Ada seorang ibu yang ingin bercerai dari suaminya. Ia kemudian berdiskusi panjang dengan saya.

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:49 WIB

18 Tahun Terdampar di Lombok, Norida Akmal Akhirnya Pulang ke Pangkuan Keluarga

Berita Terbaru

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB

Mandailing natal

Kapolres Madina dan Bupati Tinjau Pos PAM II Natal hingga Pantai Kavling

Kamis, 19 Mar 2026 - 19:31 WIB