kompasReal.id, LOJA, Spanyol – Di kota Loja, Andalusia, Spanyol, berdiri megah sebuah patung perunggu yang menggambarkan sosok komandan Muslim Ibrahim Aliatar (Ali Al-Attar), gubernur (alcaide) kota ini dari tahun 1462 hingga gugur dalam pertempuran. Patung ini menjadi bukti unik bagaimana bangsa Spanyol, yang berhasil merebut kembali Andalusia dari tangan Muslim, justru memilih untuk mengabadikan sosok lawan mereka yang gigih berperang, bukan tokoh yang menyerah.
Ibrahim Aliatar adalah komandan militer Emirat Granada yang terkenal dengan keberanian dan keahlian militernya. Ia menjabat sebagai gubernur Loja, sebuah kota perbatasan yang strategis, dan menjadi salah satu pembela terakhir kerajaan Nasriyah. Dalam sejarah Spanyol, ia dikenal sebagai tokoh legendaris yang melawan pasukan Katolik Raja Ferdinand dan Ratu Isabella hingga titik darah penghabisan.
Gugurnya Aliatar terjadi pada tahun 1483 dalam Pertempuran Lucena, sembilan tahun sebelum jatuhnya Granada pada 1492. Dalam pertempuran tersebut, pasukan Muslim yang dipimpinnya berhadapan dengan pasukan Kastilia. Meskipun jumlah pasukan Muslim jauh lebih sedikit, Aliatar tetap bertempur dengan gigih hingga akhirnya gugur di medan perang. Putrinya yang bernama Morayma kemudian menikah dengan Sultan Muhammad XII (Boabdil), sultan terakhir Granada.
Hingga kini, pedang Aliatar yang menjadi simbol perlawanannya tersimpan di Museum Granada dan telah didigitalkan dalam format 3D untuk pelestarian sejarah. Keberadaan patungnya di Loja dan pelestarian pedangnya menunjukkan penghargaan Spanyol terhadap nilai-nilai kepahlawanan, meskipun datang dari pihak yang pernah mereka lawan dalam perjuangan panjang Reconquista.
—
Sumber:
– Wikipedia (Ibrahim Aliatar, Battle of Lucena,
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Wikipedia













