Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat Serentak di 34 Provinsi: Langkah Berani Putus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan Gratis

Redaksi

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota se-Indonesia pada Senin, 12 Januari 2026. Acara puncak digelar di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan ribuan siswa dan masyarakat menyambut penuh antusiasme.

Dalam pidatonya yang penuh emosi, Presiden Prabowo mengaku sangat terharu hingga sulit menahan air mata melihat perkembangan program ini. Ia menyebut peresmian ini sebagai “langkah terobosan, langkah berani” yang diambil pemerintah untuk mengubah nasib anak-anak bangsa, khususnya dari keluarga kurang mampu, melalui pendidikan berkualitas dan gratis.

Hingga saat ini, 166 Sekolah Rakyat tersebut telah menampung 15.954 siswa, didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan. Program ini terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga siswa tidak hanya mendapat pendidikan tetapi juga nutrisi yang memadai untuk mendukung proses belajar mereka.

Presiden Prabowo menargetkan pembangunan hingga 500 Sekolah Rakyat pada tahun 2029, dengan potensi menampung ratusan ribu siswa. Pada tahun 2026 ini saja, targetnya mencapai 30 ribu siswa. Ia juga berencana mengirim siswa berprestasi untuk belajar ke luar negeri sebagai bentuk motivasi dan pembuktian bahwa anak dari keluarga sederhana pun bisa bersaing di tingkat global.

Momen mengharukan terjadi ketika siswa Sekolah Rakyat menampilkan kemampuan luar biasa, seperti pidato dalam bahasa asing dan baris-berbaris yang rapi serta disiplin tinggi. Presiden Prabowo

menyatakan kebahagiaannya melihat generasi muda yang siap membangun bangsa, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Peresmian ini menjadi simbol nyata komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pondasi kuat bagi masa depan Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.( KR06)

Baca Juga :  KPK Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana Haji, BPKH dalam Sorotan Publik

 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alfatih Cakra Buana (14) adalah salah satu korban selamat dalam insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
RESMI: Ini Jadwal Libur dan Pembelajaran Ramadhan 2026, Kemendikdasmen Tegaskan Hoaks Versi 16 Hari Beredar
Pendidikan yang Tercabik: Guru Babak Belur, Moral Pendidikan Terkapar
Guru Dilaporkan ke Polisi Karena Ajarkan Pancasila, Netizen Heboh Dukung!
Skandal Dapur MBG Trimulyo: Pejabat Tutup Layanan Usai Siswa Dihukum karena Protes Orang Tua
Guru Harus Bersuara: Naskah Ikrar Pelajar Indonesia Dinilai Cacat Substansi dan Bahasa
UIN Syahada Padang Sidempuan Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT
Mendikdasmen Arahkan Coding dan AI Jadi Mata Pelajaran Wajib, Bahasa Inggris Wajib Sejak Kelas 3 SD Mulai 2027
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 22:36 WIB

Alfatih Cakra Buana (14) adalah salah satu korban selamat dalam insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Rabu, 11 Februari 2026 - 23:53 WIB

RESMI: Ini Jadwal Libur dan Pembelajaran Ramadhan 2026, Kemendikdasmen Tegaskan Hoaks Versi 16 Hari Beredar

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:36 WIB

Pendidikan yang Tercabik: Guru Babak Belur, Moral Pendidikan Terkapar

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:54 WIB

Guru Dilaporkan ke Polisi Karena Ajarkan Pancasila, Netizen Heboh Dukung!

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:02 WIB

Skandal Dapur MBG Trimulyo: Pejabat Tutup Layanan Usai Siswa Dihukum karena Protes Orang Tua

Berita Terbaru