KompasReal.id, Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru akibat tekanan global yang masih kuat. Penguatan mata uang Amerika Serikat serta sentimen kehati-hatian investor global turut memengaruhi pergerakan kurs rupiah hari ini di pasar valuta asing.
Pelemahan nilai tukar rupiah dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral negara maju dan tensi geopolitik. Kondisi tersebut mendorong investor mengalihkan dana ke aset safe haven, sehingga memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah terhadap dolar AS. “Bank Indonesia secara konsisten melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi valas dan pasar obligasi guna menjaga keseimbangan nilai tukar,” ujar perwakilan BI dalam keterangan resminya.
BI juga menilai fundamental ekonomi nasional masih kuat, ditopang oleh cadangan devisa yang memadai, inflasi yang terkendali, serta kinerja ekspor yang relatif stabil. Oleh karena itu, pelemahan rupiah dinilai lebih dipengaruhi faktor eksternal dan bersifat sementara.
Pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional dan kepercayaan pasar. Masyarakat dan pelaku usaha diimbau tetap tenang serta tidak terpengaruh spekulasi berlebihan terhadap fluktuasi nilai tukar.KR03
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS













