KompasReal.id, Padangsidimpuan – SDN 200108 kembali mengukir prestasi sebagai juara pertama atau terbaik dalam lomba tari diajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 berthema menumbuhkan karakter bangsa melalui kreativitas dan apresiasi seni budaya.
Pada momen grand final, Sabtu (23/5/2026), Grup tari kreasi sebuah grup yang terdiri dari siswa-siswi membanggakan dari SDN 200108 terdiri dari Naura Khanza Krasiva Nst, Shakila Alesha Nst dan Erzi Murenza Hsb. Mereka menampilkan tarian yang memadukan gerak tari tradisional dan modern.
Di penampilannya itu, siswa SDN 200108 memulainya dengan langkah kecil sembari menundukkan kepala. Mengenakan setelan batik Angkola Mandailing warna biru dan ditangan mereka memegang bakul salak kecil dari anyaman bambu sembari memakai kain selendang paroppa sadun.
Di tengah panggung yang megah dan disaksikan lebih dari puluhan sekolah yang berkumpul memenuhi aula, mereka menunjukan tari “Marlasniari Satahi” mengangkat kisah perjuangan masyarakat Angkola yang bekerja keras di kebun salak demi menghidupi keluarga.
Kata marlasniari berarti berpanas-panasan, sedangkan satahi bermakna sehati atau bersatu, menggambarkan semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi kerasnya kehidupan.
Tarian ini terinspirasi dari kehidupan petani dan penjual salak yang menjadikan salak sebagai ikon Kota . Koreografi dikembangkan dari gerak Tor-tor Naposo Bulung dengan karakter gerak yang lincah, luwes, dan tegas.
Gerakan tari menggambarkan kekhawatiran terhadap cuaca, semangat bekerja bersama, hingga sukacita saat panen berhasil diperoleh.
Properti bakul digunakan sebagai simbol hasil panen dan kebersamaan masyarakat.
Melalui tarian ini, koreografer ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda agar terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, dan pantang menyerah dalam meraih harapan hidup. (KR02)
Editor : Paruhum












