KompasReal.id, Mandailing Natal – Kerusakan tanggul Sungai Batang Angkola di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, yang jebol akibat banjir pada akhir tahun 2025 hingga kini belum mendapat perbaikan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi ratusan petani karena berpotensi menyebabkan gagal panen kembali pada musim tanam tahun ini.
Jebolnya tanggul mengakibatkan ratusan hektare lahan pertanian di Desa Bonan Dolok, Kelurahan Siabu, Huraba I, Huraba II, dan Tangga Bosi rawan terendam air saat curah hujan tinggi. Pada musim tanam sebelumnya, banyak petani mengalami kerugian besar akibat tanaman padi rusak bahkan tidak dapat dipanen.
Salah seorang petani bermarga Nasution dari Desa Huraba mengungkapkan, para petani saat ini hanya bisa berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki tanggul yang rusak. Menurutnya, kondisi tersebut semakin memberatkan petani yang sudah mengalami kerugian dan kesulitan memperoleh modal untuk kembali mengelola sawah mereka.
Masyarakat setempat sebenarnya pernah melakukan perbaikan tanggul secara swadaya. Namun, upaya tersebut tidak mampu bertahan setelah banjir besar kembali menerjang pada akhir tahun lalu. Akibatnya, tanggul kembali jebol dan hingga kini belum ada penanganan permanen dari pihak berwenang.
Koordinator UPPL Kecamatan Siabu, Kholidah, mengatakan pihaknya telah berulang kali melaporkan kerusakan tanggul Sungai Batang Angkola kepada instansi terkait. Ia berharap pemerintah daerah maupun pusat segera merealisasikan perbaikan, termasuk melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) Kementerian Pertanian, agar aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal dan ancaman gagal panen dapat dicegah. (KR11).
Penulis : Kr11
Editor : Emas












