Tragedi Persalinan di Puskesmas Pinangsori, Bayi Meninggal Mengenaskan, Dinkes Tapteng Bantah Malpraktik

KompasReal.id

- Editor

Jumat, 12 September 2025 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Tapanuli Tengah –  Kasus persalinan tragis di Puskesmas Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, viral di media sosial setelah seorang bayi meninggal dengan kondisi mengenaskan.

Dalam proses persalinan, kepala bayi terputus sementara badan masih berada di dalam rahim sang ibu.

Kejadian ini sontak menuai kecaman dan menimbulkan dugaan malpraktik terhadap tenaga medis yang menangani.

Peristiwa tersebut dialami pasien bernama FJN (38), yang masuk ke Puskesmas Pinangsori pada 18 Agustus 2025.

Sang ibu datang dengan tekanan darah tinggi dan sudah dalam kondisi pembukaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan denyut jantung janin sudah tidak terdengar.

Meski bidan menyarankan agar segera dirujuk ke rumah sakit, pihak keluarga menolak dengan alasan tertentu. Akhirnya, persalinan diputuskan tetap dilakukan di Puskesmas.

Dalam proses persalinan, komplikasi serius terjadi. Bahu bayi tersangkut di jalan lahir (distosia bahu) sehingga membuat proses kelahiran terhambat.

Bidan yang bertugas melakukan manuver penarikan hingga tiga kali, namun nahas kepala bayi terputus.

Kondisi ini membuat keluarga syok dan langsung melaporkan kasus tersebut ke Polres Tapanuli Tengah dengan nomor laporan STPL/B/421/VIII/2025/SPKT/RES TAPTENG/POLDASU.

Menanggapi tudingan malpraktik, Dinas Kesehatan Tapteng menegaskan bahwa tenaga medis sudah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, dr. Nursyam, menjelaskan bahwa keselamatan ibu menjadi prioritas.

Ia juga menegaskan ada informed consent yang ditandatangani keluarga terkait proses persalinan darurat.

“Kondisi janin sudah tidak hidup ketika pasien masuk, dan tindakan bidan dilakukan demi menyelamatkan nyawa ibu,” tegasnya.

Meski demikian, publik menilai peristiwa ini mencerminkan masih lemahnya kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas.

Kasus ini pun menyulut perdebatan di masyarakat, khususnya terkait kesiapan fasilitas kesehatan primer dalam menangani komplikasi persalinan darurat.

Baca Juga :  Konflik Bendungan Dairi Memanas: Karyawan Proyek Dikeroyok, Isu Sengketa Tanah Adat Mengemuka

Tak sedikit warganet menuntut evaluasi dan peningkatan kapasitas tenaga medis agar tragedi serupa tidak terulang.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihak Dinas Kesehatan Sumut menyatakan menunggu hasil keputusan dari Majelis Disiplin Profesi serta Majelis Kehormatan Etik Kedokteran untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian medis.

Sementara itu, ibu korban kini masih dalam perawatan dan mendapat pendampingan psikologis dari pihak pemerintah daerah. (KR03)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani
Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue
Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina
Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim
Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet
Wujud Syukur, Kecamatan Sinunukan Gelar Makan Bersama dan Bubarkan Panitia HUT RI ke-81
Pengibaran Bendera HUT RI ke-81, Camat Naga Juang: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya dan Persatuan
Camat Panyabungan Utara Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Tekankan Persatuan dan Semangat Membangun Daerah
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WIB

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet

Berita Terbaru