KompasReal.id, Trump kembali ke Washington dengan wajah tertekan setelah konflik dengan Iran memanas. Pemerintah AS sebelumnya menyatakan Iran siap bernegosiasi, tapi Teheran membantah dan menegaskan tidak akan duduk berunding dengan AS.
Iran disebut-sebut cerdas dalam memainkan tekanan politik, dengan serangan terhadap pangkalan AS di Uni Emirat Arab dan Bahrain. Langkah ini dinilai menyudutkan posisi politik Trump, terutama dengan adanya kepentingan intelijen CIA dan Mossad di sana.
Serangan Israel dan AS terhadap Iran tidak melumpuhkan kemampuan mereka meluncurkan rudal ke Israel. Konflik ini berlarut lebih dari sebulan, posisi politik Trump terancam dengan tekanan dari dalam negeri yang meningkat.
Korban di pihak AS terus bertambah dan aset militer mereka hancur. Iran paham betul peta tekanan politik ini dan terus melancarkan serangan.
Netanyahu dan Trump kini gagap dan tidak tahu cara menghentikan perang yang telah mereka mulai. Keputusan mereka memulai perang ini menjerumuskan negara mereka ke jurang kehancuran.
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS
Sumber Berita: Wasingtonpost













