KompasReal.id, Medan – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Ballroom Hotel JW Marriott Medan, Jalan Putri Hijau, Minggu (1/2/2026) malam, sempat diwarnai keributan pada sekitar pukul 14.00 WIB.
Namun, proses pemilihan kepemimpinan berlangsung kondusif dan Andar Amin Harahap resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2025–2030 melalui aklamasi.
Keributan Terjadi Usai Pembukaan Musda
Pembukaan Musda dilakukan oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Tubagus Ace Hasan Syadzily, yang mengapresiasi prestasi kader Golkar Sumut pada Pemilihan Umum 2024.
Usai acara pembukaan, keributan terjadi di depan ruangan sidang lantai dua dan luar hotel. Beberapa orang mengenakan baju organisasi sayap partai serta massa membawa petasan dan kayu berusaha masuk ke ruangan sidang sebelum dihadang.
Puluhan orang memakai kaos Golkar bahkan saling kejar, namun kondisi berhasil ditenangkan oleh petugas kepolisian dan kader Golkar lainnya.
Sekretaris SC Musda Golkar Muhammad Asril menjelaskan, keributan bermula saat panitia meminta peserta dan orang tidak berhak untuk menyesuaikan diri dengan tahapan sidang.
Ia menyatakan dinamika seperti ini biasa terjadi dalam kontestasi dan situasi kini sudah kondusif, dengan imbauan untuk menjaga kekompakan partai.
Andar Amin Harahap Terpilih Secara Aklamasi
Andar Amin Harahap, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), awalnya mendapatkan dukungan 31 DPD se-Sumut sebelum akhirnya memperoleh 37 dukungan dari total 39 suara sah pada sidang pleno. Hal ini membuatnya memenuhi syarat dan ditetapkan secara resmi melalui aklamasi.
Calon lain, Bupati Labuhanbatu Utara Hendriyanto Sitorus, sempat mendaftarkan diri namun dinyatakan Tak Memenuhi Syarat (TMS) setelah verifikasi panitia.
Ia hanya memperoleh dua dukungan dan tidak hadir selama proses Musda. Setelah penetapan, penyusunan unsur kepengurusan pendamping akan dilakukan sesuai aturan partai.
Gubernur Bobby Nasution Absen dari Pembukaan
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang awalnya terjadwal hadir dalam pembukaan Musda tidak tampil menghadiri acara, padahal kursi khusus sudah disiapkan dan sejumlah kepala dinas Pemprov Sumut hadir lebih awal.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai alasan absensinya, sehingga memunculkan spekulasi politik di kalangan kader yang hadir.
Musda XI Golkar Sumut juga menetapkan arah kebijakan partai lima tahun ke depan, dengan fokus pada konsolidasi internal, peningkatan soliditas kader, serta persiapan menghadapi agenda politik besar mendatang.
Proses Musda yang sportif ini diharapkan menjadi contoh bagi DPD Golkar se-Indonesia dan menjadikan Golkar Sumut sebagai kekuatan politik yang solid. (KR02)
Editor : Paruhum













