Petani Bawang Sumut Akan Demo Besar, Desak Pemerintah Hentikan Impor Ilegal yang Hancurkan Harga Lokal

KompasReal.id

- Editor

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Medan – Petani bawang di Sumatera Utara mengeluarkan suara keras atas maraknya peredaran bawang impor ilegal yang dinilai telah merugikan petani lokal dan menyebabkan harga hasil panen melorot tajam.

Kondisi ini mendorong Aliansi Petani Bawang Sumatera Utara (APBSU) untuk menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Aksi tersebut akan digelar pada Selasa (31/3/2026), dengan rute mengunjungi Kantor DPRD Sumut, Kantor Gubernur Sumut, dan Mapolda Sumut, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Massa yang akan berpartisipasi terdiri dari petani bawang asal Tanah Karo dan sejumlah daerah lain di Sumut. Turut menyertai aksi mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Medan, sebagian di antaranya merupakan anak petani dan merasakan langsung beban berat perjuangan di sektor pertanian.

Dalam beberapa hari terakhir, ditemukan peredaran bawang merah asal India yang diduga dialihkan secara tidak sah ke pasar lokal dan beredar di sejumlah pasar tradisional Kota Medan. Keadaan ini membuat harga serta daya saing bawang lokal semakin terpuruk.

Aksi ini mengacu pada ketentuan hukum yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yang mengamanatkan negara untuk melindungi petani lokal serta mengatur peredaran dan impor komoditas agar tidak merugikan produksi dalam negeri.

Koordinator sekaligus Penanggung Jawab Aksi, Sutra Sembiring, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perjuangan atas kondisi yang telah lama merugikan para petani.

“Kami turun langsung karena sudah terlalu lama petani dirugikan. Bawang impor ilegal ini nyata menghancurkan harga di lapangan. Kalau dibiarkan, petani bisa mati perlahan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret.

Baca Juga :  Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Sumut Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Ini

“Kami mendesak pemerintah untuk segera turun ke lapangan dan bertindak tegas tanpa kompromi terhadap peredaran bawang impor ilegal yang tidak hanya merugikan petani, tetapi juga menyebabkan kerugian bagi negara,” pungkasnya. (r)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

EVOS GOPAY Watch Party Berlanjut di Solo, Dorong Tren Esports Berbasis Komunitas di Kota-Kota Non-Metropolitan
Tiga Dosen dari Pematangsiantar Masuk Daftar 5% Ilmuwan Terbaik Dunia 2025
BRI Region 6 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 3 untuk Perkuat Profesionalisme Kerja
DPP IKM Laporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri
Bersama Meutya Hafid, Gerakan ‘GASS POL Tolak Judol’ Menggema di Medan
Bangun Jembatan Gantung Parapat, Koramil 09/Sosa Wujudkan Akses Ekonomi yang Lebih Layak
Anggota DPRD Sumut Derliana Siregar Sosialisasikan Ranperda Pertanian Organik di Hutapuli, Petani Didorong Siap Beralih Sistem
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:55 WIB

EVOS GOPAY Watch Party Berlanjut di Solo, Dorong Tren Esports Berbasis Komunitas di Kota-Kota Non-Metropolitan

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:35 WIB

Tiga Dosen dari Pematangsiantar Masuk Daftar 5% Ilmuwan Terbaik Dunia 2025

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:21 WIB

BRI Region 6 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 3 untuk Perkuat Profesionalisme Kerja

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:14 WIB

DPP IKM Laporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:10 WIB

Bersama Meutya Hafid, Gerakan ‘GASS POL Tolak Judol’ Menggema di Medan

Berita Terbaru