KompasReal.id, Suasana haru menyelimuti acara khatam Al-Qur’an di sebuah pondok pesantren ketika seorang ayah hadir menyaksikan momen sakral putrinya. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk dukungan tulus atas perjuangan sang anak yang telah menempuh pendidikan agama selama hampir enam tahun.
Yang membuat momen ini begitu istimewa, sang ayah diketahui memiliki keyakinan berbeda dengan putrinya. Namun perbedaan itu tak menjadi penghalang untuk tetap berdiri di barisan terdepan, menyaksikan sang anak menuntaskan bacaan kitab suci dengan penuh khidmat.
Dengan raut bangga dan mata berkaca-kaca, ayah tersebut terlihat mengikuti jalannya prosesi hingga akhir. Ia menunjukkan bahwa dukungan orang tua terhadap pendidikan dan pilihan hidup anak adalah wujud cinta yang tak mengenal sekat.
Para hadirin pun turut tersentuh oleh pemandangan tersebut. Di tengah perbedaan keyakinan, tersaji potret nyata toleransi dan keharmonisan dalam keluarga, yang menjadi contoh indah bagi masyarakat luas.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang orang tua melampaui batas agama dan perbedaan. Di atas segala perbedaan, cinta dan doa orang tua tetap menjadi fondasi utama dalam perjalanan hidup seorang anak.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Tribun timur













