Menelusuri Sampah Tak Terangkut di Kotanopan, Pedagang Mengaku Bayar Iuran, Sampah Tetap Menggunung

Redaksi

- Editor

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal — Julukan “Kota Pejuang” yang melekat pada Kotanopan kini diuji oleh kenyataan yang jauh dari kebanggaan sejarahnya. Di kawasan Pasar Kotanopan, tepatnya di Jalan Keliling Pasar Kotanopan, tumpukan sampah terlihat menggunung selama berbulan-bulan tanpa penanganan yang jelas dari pihak berwenang.

 

Pantauan di lokasi pada Kamis pagi (12/03/2026) menunjukkan sampah rumah tangga bercampur limbah pasar menutupi sebagian badan jalan. Aroma busuk tercium hingga puluhan meter dari lokasi, mengganggu aktivitas perdagangan serta mobilitas warga yang beraktivitas di pusat ekonomi tradisional tersebut.

 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan kebersihan di wilayah Kabupaten Mandailing Natal.

 

Sampah Menumpuk Berbulan-bulan

Sejumlah pedagang menyebut penumpukan sampah di titik tersebut bukanlah persoalan baru. Mereka mengaku pengangkutan sampah tidak lagi dilakukan secara rutin setidaknya sejak Oktober 2025.

 

Akibatnya, kawasan yang seharusnya menjadi jalur sirkulasi di dalam pasar kini berubah menjadi lokasi pembuangan terbuka.

 

“Setiap minggu kami berjualan di sini. Sampah makin lama makin banyak, tapi tidak pernah diangkut secara teratur,” ujar seorang pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

 

Beberapa warga juga menilai persoalan pengelolaan sampah di kawasan pasar telah memburuk secara bertahap sejak 2023. Namun hingga kini belum terlihat langkah penanganan yang sistematis.

 

 

Keluhan pedagang tidak hanya terkait kondisi lingkungan, tetapi juga menyangkut iuran kebersihan yang selama ini tetap dipungut.

 

Menurut mereka, para pedagang rutin membayar biaya kebersihan kepada pengelola pasar. Namun kondisi di lapangan dinilai tidak mencerminkan adanya layanan pengangkutan sampah yang konsisten.

 

“Kalau memang ada iuran kebersihan, ke mana pengelolaan sampahnya? Jalan ini punya nilai sejarah sejak zaman Belanda, tapi sekarang malah jadi tempat penumpukan sampah,” kata seorang pedagang lainnya.

Baca Juga :  Supervisi Ditlantas Polda Sumut di Polres Tapsel, Perkuat Kinerja dan Keselamatan Lalu Lintas 2026

 

Ia menilai lokasi tersebut kurang mendapat perhatian karena tidak berada di jalur utama yang sering dilalui pejabat atau pengunjung dari luar daerah.

 

Sejumlah warga juga berpendapat perhatian pemerintah daerah lebih banyak tertuju pada kawasan yang terlihat dari jalur utama, sementara kondisi di dalam pasar yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat kurang mendapat pengawasan.

 

“Jalan Keliling ini bagian dari sejarah Kotanopan. Kalau dibiarkan seperti ini terus, lama-lama orang menganggap tempat ini memang lokasi pembuangan sampah,” ujar seorang warga.

 

Hingga laporan ini ditulis, tumpukan sampah di Jalan Keliling Pasar Kotanopan masih belum diangkut. Warga dan pedagang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret sebelum persoalan kebersihan ini berkembang menjadi krisis lingkungan di pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kotanopan. (KR11).

Penulis : Kr11

Editor : EMAS

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terima Pengunjuk Rasa, Bupati Madina Buka Dialog Langsung
Bupati Madina Lantik Tiga Kepala Dinas
Bupati Madina Pastikan Penataan Pasar Baru Berlanjut
Pemkab Madina Terima Kunjungan Direktur BNN
Rehabilitasi Lahan Pertanian Rampung, Petani Segera Masuk Masa Tanam
BNN Targetkan Madina Masuk Zona Aman Narkoba Tahun ke-5 GDAD
Wabup Madina Sambut Kedatangan Jemaah Haji di Masjid Agung Nur Ala Nur
Bupati Saipullah Sambut Kepulangan 342 Jamaah Haji Madina Kloter 6 di Asrama Haji Medan
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:48 WIB

Terima Pengunjuk Rasa, Bupati Madina Buka Dialog Langsung

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:45 WIB

Bupati Madina Lantik Tiga Kepala Dinas

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:04 WIB

Bupati Madina Pastikan Penataan Pasar Baru Berlanjut

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:10 WIB

Pemkab Madina Terima Kunjungan Direktur BNN

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:07 WIB

Rehabilitasi Lahan Pertanian Rampung, Petani Segera Masuk Masa Tanam

Berita Terbaru

Padangsidimpuan

UIN Syahada Keluarkan Sikap Resmi Terkait Dugaan Kasus ASN

Jumat, 12 Jun 2026 - 22:22 WIB