IPM Madina Desak Kades Se-Gunung Tua Raya Usut Penyebab Sungai Rantopuran Keruh, Warga Krisis Air Bersih

Redaksi

- Editor

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal – Kondisi Sungai Rantopuran yang melintasi wilayah Gunung Tua Raya, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, tak kunjung jernih selama dua pekan terakhir. Padahal, sebelumnya air sungai tersebut biasanya kembali bersih setelah satu atau dua hari meski sempat keruh akibat hujan.

Sungai Rantopuran menjadi sumber utama kebutuhan air bagi warga desa Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Lumban Pasir, Gunung Tua Penggorengan, hingga Desa Iparbondar. Air sungai digunakan untuk mandi, cuci, kakus (MCK), air minum, hingga dialirkan ke masjid dan rumah warga melalui PAM desa.
Akibat kondisi air yang terus keruh, warga kini mulai mengalami krisis air bersih.

Keluhan masyarakat disebut sudah disampaikan kepada para kepala desa di wilayah Gunung Tua Raya, namun hingga kini dinilai belum ada langkah nyata untuk mencari penyebabnya.

Persoalan tersebut pun menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Ikatan Pemuda Mandailing Natal (IPM) turut menyoroti kondisi Sungai Rantopuran yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

“Hari ini kita tantang para kepala desa se-Gunung Tua Raya untuk mencari penyebab keruhnya Sungai Rantopuran ini. Para kades wajib empati kepada warga. Mereka tahu persis kondisi sungai ini karena setiap desa memiliki PAM masing-masing,” ujar Wakil Ketua IPM, Syarifuddin Ray, kepada media ini, Sabtu (09/05/2026).

Syarifuddin menilai, jika para kepala desa benar-benar peduli terhadap kondisi masyarakat, maka upaya mencari sumber penyebab keruhnya sungai bukanlah hal sulit dilakukan.

“Caranya mudah. Setiap desa tinggal mengutus perwakilan untuk meninjau ke hulu sungai. Dengan begitu penyebabnya akan diketahui,” katanya.

Menurutnya, kondisi air sungai yang terus keruh berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat. Ia menyebut, saat ini warga terpaksa tetap menggunakan air sungai untuk mandi meski menyebabkan kulit terasa kering dan berkapur.

Baca Juga :  Lubuk Larangan Tradisi yang Harus Dilestarikan

“Di Gunung Tua Jae sekarang sumur bor warga terus didatangi masyarakat dari berbagai desa untuk mengambil air bersih. Itu tanda masyarakat sudah mengalami krisis air,” lanjutnya.

Ia menegaskan, sikap IPM bukan untuk mencari sensasi, melainkan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Air adalah sumber kehidupan. Kami peduli terhadap masalah ini bukan karena merasa ahli lingkungan atau ingin mencari perhatian. Sebagai generasi muda, kami percaya sungai bukan sekadar aliran air, tetapi denyut kehidupan sebuah daerah,” ungkapnya.

Syarifuddin juga mengingatkan agar kondisi sungai yang terus keruh tidak dianggap sebagai hal biasa.

“Yang mengkhawatirkan bukan hanya warna airnya, tetapi ketika kondisi ini perlahan dianggap normal. Padahal setiap air yang berubah keruh pasti memiliki sebab. Bisa karena aktivitas di hulu, perubahan alam, atau hal lain yang sedang terjadi di balik arus sungai itu,” tandasnya. (KR11).

Penulis : Kr11

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Madina Ajak Pelajar Jadi Pelopor Anti Narkoba, Jangan Biarkan Cita-cita Hancur
KORWASIS Madina Gaungkan Perang Melawan Narkoba, Kejari: Jangan Biarkan Narkoba Mencuri Masa Depan Generasi Muda
.KORWASIS Madina Gagas Gerakan Bersama Perangi Narkoba, Sekda hingga Ketua DPRD Serukan Penyelamatan Generasi Muda
Ketua DPRD Madina Dipastikan Hadiri Sosialisasi Bahaya Narkoba Korwasis, Perkuat Sinergi Selamatkan Generasi Muda
Ketua DPRD Madina Soroti Kinerja PT Sorikmas Mining, Usulkan Evaluasi hingga Pencabutan Izin Operasi
Kapolres Madina Dipastikan Hadiri Penyuluhan Antinarkoba untuk Pelajar, Perkuat Sinergi Lawan Peredaran Narkoba
Akselerasi Konektivitas Udara: Bupati Madina Sambut Audiensi Strategis Lion Air Group
Forkopimda Madina Sepakat Perpanjang Masa Transisi Sampai Januari 2027
Berita ini 37 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:27 WIB

Kapolres Madina Ajak Pelajar Jadi Pelopor Anti Narkoba, Jangan Biarkan Cita-cita Hancur

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:02 WIB

KORWASIS Madina Gaungkan Perang Melawan Narkoba, Kejari: Jangan Biarkan Narkoba Mencuri Masa Depan Generasi Muda

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

.KORWASIS Madina Gagas Gerakan Bersama Perangi Narkoba, Sekda hingga Ketua DPRD Serukan Penyelamatan Generasi Muda

Senin, 20 Juli 2026 - 18:53 WIB

Ketua DPRD Madina Dipastikan Hadiri Sosialisasi Bahaya Narkoba Korwasis, Perkuat Sinergi Selamatkan Generasi Muda

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:50 WIB

Ketua DPRD Madina Soroti Kinerja PT Sorikmas Mining, Usulkan Evaluasi hingga Pencabutan Izin Operasi

Berita Terbaru