KompasReal.id, Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan nikmat iman, Islam, dan kesehatan sehingga kita dapat berkumpul di hari Jumat yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah yang dimuliakan Allah, salah satu amalan yang sangat dicintai Allah adalah sedekah. Sedekah bukan hanya tentang memberi harta, tetapi juga bukti kepedulian dan rasa syukur atas nikmat yang Allah titipkan kepada kita. Banyak orang mengira sedekah akan mengurangi kekayaan, padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah. Justru sedekah menjadi jalan datangnya keberkahan, pembuka pintu rezeki, serta penolak bala dan musibah dalam kehidupan.
Di balik sedekah terdapat rahasia besar yang sering tidak disadari manusia. Sedekah mampu melembutkan hati yang keras, menenangkan jiwa yang gelisah, dan mendatangkan pertolongan Allah di saat sulit. Ketika seseorang membantu orang lain dengan ikhlas, maka Allah akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat. Bahkan dalam banyak kisah kehidupan, orang yang gemar bersedekah sering mendapatkan jalan keluar yang tidak disangka-sangka dari setiap masalah yang dihadapi.
Jamaah Jumat yang berbahagia, di antara golongan yang sangat dianjurkan untuk disantuni adalah anak yatim. Anak yatim adalah amanah yang harus dijaga dan diperhatikan oleh umat Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan kabar gembira bagi orang yang menyayangi anak yatim. Beliau bersabda bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan dekat dengan Rasulullah di surga seperti dekatnya dua jari yang dirapatkan. Betapa mulianya kedudukan orang yang memuliakan anak yatim dengan kasih sayang dan perhatian.
Menyantuni anak yatim tidak harus dengan harta yang banyak. Memberikan makanan, pakaian, biaya pendidikan, perhatian, bahkan senyuman dan kasih sayang juga termasuk bentuk kepedulian yang bernilai pahala di sisi Allah. Jangan biarkan anak-anak yatim merasa sendiri dan kehilangan harapan. Kehadiran kita untuk membantu mereka bisa menjadi cahaya dalam kehidupan mereka dan menjadi tabungan amal bagi kita di akhirat kelak.
Akhirnya, marilah kita menjadikan sedekah dan menyantuni anak yatim sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, sebab keberkahan hidup bukan diukur dari banyaknya harta, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada sesama. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dermawan, peduli kepada anak yatim, serta mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Penulis : Kr03
Editor : Emas













