Mimbar Jumat: Setelah Ramadhan Meninggalkan Kita

Redaksi

- Editor

Jumat, 3 April 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Padangsidimpuan – Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Kini, bulan penuh berkah itu telah berlalu meninggalkan kita.

Pertanyaannya, apakah kita termasuk orang-orang yang meraih kemenangan, atau justru kembali seperti sedia kala sebelum Ramadhan datang?

Sesungguhnya, kepergian Ramadhan bukanlah akhir dari ibadah, melainkan sebuah ujian besar: mampukah kita menjaga istiqamah (konsistensi) setelahnya?

Hal tersebut disampaikan dalam berbagai pengajian dan khutbah Jumat yang menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah tidak hanya saat bulan puasa, namun sepanjang masa.

Ibadah Bukan Rutinitas Musiman

Selama Ramadhan, kita terbiasa menjaga shalat berjamaah, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan sedekah dan kepedulian sosial. Namun, jangan sampai semangat itu ikut pergi bersama kepergian bulan suci tersebut.

“Ibadah bukan hanya musiman. Allah SWT adalah Rabb sepanjang waktu, bukan hanya Rabb di bulan Ramadhan,” ujar salah satu penceramah.

Dijelaskan, tanda diterimanya amal seseorang adalah ketika ia mampu menjaga konsistensi amal tersebut setelah Ramadhan usai.

Jadikan Ramadhan Awal Perubahan, Bukan Sekadar Rutinitas

Kaum muslimin diingatkan untuk tidak membiarkan masjid yang dulu ramai kembali menjadi sepi, atau Al-Qur’an yang sering dibaca kembali tersimpan rapi tanpa tersentuh.

“Jadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan, bukan sekadar rutinitas tahunan. Walaupun tidak sebanyak di bulan Ramadhan, namun lakukanlah amal secara terus-menerus. Karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten meskipun sedikit,” paparnya.

Selain ibadah mahdhah, akhlak pun harus terus dijaga. Ramadhan telah melatih kita untuk bersabar, menahan amarah, dan menjaga lisan. Maka setelahnya, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih lembut, jujur, dan peduli.

Baca Juga :  Masihkah Nasihat Dibutuhkan di Tengah Maraknya Maksiat?

“Jangan sampai kita kembali pada kebiasaan buruk seperti ghibah, dusta, dan lalai dari kewajiban. Ingatlah, keberkahan Ramadhan akan terus terasa jika perubahan itu terus kita pelihara,” tegasnya.

Doa Agar Tetap Istiqamah

Akhirnya, marilah kita berdoa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita selama Ramadhan, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah di jalan-Nya.

“Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan yang akan datang dalam keadaan yang lebih baik. Amin ya Rabbal ‘alamin.”

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahasia di Balik Sedekah dan Menyantuni Anak Yatim
Arogansi dalam Islam Sangat Dilarang
Menghindari Suuzon, Menjaga Hati dan Persaudaraan
Menapaki Hari dengan Sabar Walau Penuh Perjuangan dan Pengorbanan Demi Menggapai Ridho Ilahi
Mengisi Hari dengan Kejujuran
Kembali kepada Allah dengan Ilmu
Masihkah Nasihat Dibutuhkan di Tengah Maraknya Maksiat?
Kembali ke Fitrah, Menguatkan Ukhuwah di Jumat Pertama Pasca Idul Fitri
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:40 WIB

Rahasia di Balik Sedekah dan Menyantuni Anak Yatim

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:20 WIB

Arogansi dalam Islam Sangat Dilarang

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:04 WIB

Menghindari Suuzon, Menjaga Hati dan Persaudaraan

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:16 WIB

Menapaki Hari dengan Sabar Walau Penuh Perjuangan dan Pengorbanan Demi Menggapai Ridho Ilahi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:59 WIB

Mengisi Hari dengan Kejujuran

Berita Terbaru