KompasReal.id, Mandailing Natal – Dugaan keterlibatan seorang pria berinisial ZNT dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali mencuat. Sejumlah informasi yang dihimpun dari hasil konfirmasi dan keterangan warga dinilai semakin menguatkan dugaan bahwa alat berat yang beroperasi di lokasi tersebut berkaitan dengan ZNT.
Sebelumnya, aktivitas PETI di kawasan perbatasan Tapsel–Madina telah menjadi sorotan publik. Berbagai pemberitaan menyinggung dugaan kepemilikan alat berat jenis ekskavator (beko) yang digunakan untuk menunjang kegiatan penambangan ilegal tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Jumat (31/7/2026), ZNT menyampaikan pernyataan dalam bahasa Mandailing kepada Ali Syahbana Harahap, warga Mandailing Natal.
“Maipasombu ma ipar, na palabei,” ujar ZNT.
Namun, Ali Syahbana Harahap menilai pernyataan tersebut hanya merupakan upaya untuk mengaburkan keberadaan alat berat di lokasi pertambangan. Menurutnya, klaim bahwa alat berat telah dihentikan belum dapat dipercaya karena tidak disertai bukti yang memadai.
“Saya menilai pernyataan itu tidak benar. Jika memang alat berat sudah berhenti beroperasi, seharusnya bisa ditunjukkan fotonya. Ketika kami meminta bukti foto alat berat yang disebut telah diturunkan, ZNT tidak bersedia memperlihatkannya. Karena itu, saya menduga alat berat tersebut masih beroperasi,” ujar Ali Syahbana Harahap kepada sejumlah wartawan saat ditemui di sebuah kedai kopi.
Berdasarkan informasi yang berkembang, masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan aktivitas PETI di kawasan perbatasan Tapsel–Madina, termasuk menelusuri kepemilikan alat berat yang diduga digunakan dalam kegiatan tersebut.
Warga juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (KR11).
Penulis : Kr11
Editor : Emad












