Semakin Kuat Dugaan Keterlibatan ZNT dalam Aktivitas PETI di Perbatasan Tapsel–Madina, Warga Desak Aparat Bertindak

KompasReal.id

- Editor

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal – Dugaan keterlibatan seorang pria berinisial ZNT dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali mencuat. Sejumlah informasi yang dihimpun dari hasil konfirmasi dan keterangan warga dinilai semakin menguatkan dugaan bahwa alat berat yang beroperasi di lokasi tersebut berkaitan dengan ZNT.

 

Sebelumnya, aktivitas PETI di kawasan perbatasan Tapsel–Madina telah menjadi sorotan publik. Berbagai pemberitaan menyinggung dugaan kepemilikan alat berat jenis ekskavator (beko) yang digunakan untuk menunjang kegiatan penambangan ilegal tersebut.

 

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Jumat (31/7/2026), ZNT menyampaikan pernyataan dalam bahasa Mandailing kepada Ali Syahbana Harahap, warga Mandailing Natal.

“Maipasombu ma ipar, na palabei,” ujar ZNT.

 

 

 

Namun, Ali Syahbana Harahap menilai pernyataan tersebut hanya merupakan upaya untuk mengaburkan keberadaan alat berat di lokasi pertambangan. Menurutnya, klaim bahwa alat berat telah dihentikan belum dapat dipercaya karena tidak disertai bukti yang memadai.

 

“Saya menilai pernyataan itu tidak benar. Jika memang alat berat sudah berhenti beroperasi, seharusnya bisa ditunjukkan fotonya. Ketika kami meminta bukti foto alat berat yang disebut telah diturunkan, ZNT tidak bersedia memperlihatkannya. Karena itu, saya menduga alat berat tersebut masih beroperasi,” ujar Ali Syahbana Harahap kepada sejumlah wartawan saat ditemui di sebuah kedai kopi.

 

Berdasarkan informasi yang berkembang, masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan aktivitas PETI di kawasan perbatasan Tapsel–Madina, termasuk menelusuri kepemilikan alat berat yang diduga digunakan dalam kegiatan tersebut.

 

Warga juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (KR11).

Penulis : Kr11

Editor : Emad

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi Belum Ditanggapi, Dugaan PETI di Sipogu Masih Menunggu Klarifikasi
Dinas PUPR Madina dan Insan Pers Perkuat Sinergi Dorong Siabu Jadi Lumbung Pangan Tabagsel
SMA Negeri 1 Sinunukan Bersholawat, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda
Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan
Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Semangat Gotong Royong Masyarakat Menguat
Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Pemkab Madina Dorong Semangat Kebersamaan
Camat Linggabayu Turun Tangan Bersihkan Batang Kayu yang Tutup Jalan Desa Sikumbu
Proyek Parit Jalan Provinsi di Lembah Sorik Marapi Disorot Warga, Material Dinilai Ganggu Pengguna Jalan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Konfirmasi Belum Ditanggapi, Dugaan PETI di Sipogu Masih Menunggu Klarifikasi

Senin, 14 September 2026 - 20:06 WIB

Dinas PUPR Madina dan Insan Pers Perkuat Sinergi Dorong Siabu Jadi Lumbung Pangan Tabagsel

Minggu, 13 September 2026 - 23:47 WIB

SMA Negeri 1 Sinunukan Bersholawat, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda

Minggu, 13 September 2026 - 21:44 WIB

Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan

Minggu, 13 September 2026 - 16:54 WIB

Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Semangat Gotong Royong Masyarakat Menguat

Berita Terbaru

Bisnis

LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Pascagempa 5,9 SR

Kamis, 17 Sep 2026 - 03:51 WIB