Kompasreal.id, Mandailing Natal – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dr. Mhd. Faisal Situmorang, M.K.M., menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya seorang siswi kelas II Sekolah Dasar (SD) berinisial NAL, berusia 8 tahun, warga Desa Pasar Baru Malintang, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal.
Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan Faisal bersama jajaran instansi terkait saat berada di salah satu warung kopi di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Minggu (4/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Kadisdik Madina mengungkapkan rasa duka cita atas peristiwa yang menimpa siswi tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Saya atas nama pribadi dan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang menimpa siswi tersebut. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Faisal.
Selain menyampaikan belasungkawa, Faisal juga berharap pihak kepolisian dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab serta motif di balik meninggalnya siswi SDN 048 tersebut.
Menurutnya, penyelidikan yang dilakukan secara profesional sangat penting agar peristiwa tersebut dapat terungkap berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan.
Ia juga berharap proses penanganan perkara dilakukan secara cermat sehingga penyebab pasti kematian korban dapat diketahui dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Berdasarkan informasi awal dari kepolisian, NAL ditemukan meninggal dunia pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di bagian belakang rumahnya di Desa Pasar Baru Malintang, Kecamatan Bukit Malintang.
Korban pertama kali diketahui oleh adiknya yang masih berusia 5 tahun. Adik korban kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada ibu mereka, yang selanjutnya meminta pertolongan warga sekitar.
Personel Polsek Siabu yang menerima informasi tersebut kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan penyelidikan awal.
Berdasarkan laporan pemeriksaan luar yang disampaikan kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya. Namun, terdapat jejas pada bagian leher korban yang diduga merupakan bekas jeratan.
Pihak keluarga kemudian mengajukan permintaan autopsi untuk membantu memastikan penyebab kematian korban.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian NAL masih belum diketahui dan menunggu hasil autopsi serta pendalaman penyelidikan oleh pihak kepolisian. Diharapkan, melalui proses penyelidikan yang menyeluruh dan berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, peristiwa yang merenggut nyawa siswi berusia 8 tahun tersebut dapat terungkap secara jelas. (KR11)
Penulis : KR11
Editor : Paruhum












