Dugaan KKN di Proyek PUPR Tapsel, Bupati LIRA Desak Investigasi

Redaksi

- Penulis

Sabtu, 14 Desember 2024 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Bupati LIRA Tapanuli Selatan, Torkis P. Hsb

i

Keterangan Foto: Bupati LIRA Tapanuli Selatan, Torkis P. Hsb

Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, KompasReal.com – Bupati LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Tapanuli Selatan, Torkis P. Hsb, mendesak pihak terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proyek pembangunan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dugaan ini melibatkan Kelompok Kerja (Pokja) di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (PSEL), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan pihak ketiga (kontraktor).

Torkis mengungkapkan bahwa dugaan pengkondisian pemenang tender pada beberapa paket proyek sudah bukan rahasia umum lagi.

“Pemenang tender paket proyek sering kali telah ditentukan sebelum proses lelang diumumkan,” ujar Torkis.

Menurutnya, pengumuman melalui LPSE hanya dianggap sebagai formalitas untuk memenuhi ketentuan peraturan dan perundang-undangan. Dampak buruk dari dugaan praktik ini, lanjut Torkis, adalah kualitas pekerjaan proyek yang sering kali tidak sesuai dengan isi kontrak dan bestek. Hal ini kerap menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi, yang kemudian memunculkan dugaan praktik tawar-menawar antara rekanan dan pihak tertentu untuk “mengatur” kerugian negara.

“Jika dugaan ini benar, maka kita sedang menghadapi persoalan serius yang dapat merugikan masyarakat secara luas. Tidak hanya kualitas pembangunan yang menjadi buruk, tetapi juga integritas pemerintah daerah dipertaruhkan,” tegas Torkis.

Torkis juga mengajak insan pers untuk tidak hanya fokus mengkritik kondisi pekerjaan proyek di lapangan, tetapi juga menelusuri penyebab terjadinya kualitas hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat luas.

“Mari kita bergandengan tangan menguraikan dan menelusuri penyebab terjadinya kualitas hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat luas,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu
Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik
Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan
Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng
Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”
Waspadai Penipuan Online Berkedok Investasi, Jangan Jadi Korban!
Bule Asing di Bali Viral,
Hakim Tipikor Vonis Berat Terdakwa Korupsi Migas, Negara Rugi Triliunan Rupiah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:48 WIB

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:40 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:02 WIB

Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:58 WIB

Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:26 WIB

Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB