Karyawan “Disekap” 51 Hari di Padangsidimpuan, Hilang Hak Pilih di Pilkada 2024

Redaksi

- Penulis

Senin, 23 Desember 2024 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Dua karyawan PT. Muncul Anugerah Sakti, RP dan APH, dalam penahanan Perusahaan di Jl. ST. SP Mulia, Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan. beberapa hari lalu.

i

Keterangan Foto: Dua karyawan PT. Muncul Anugerah Sakti, RP dan APH, dalam penahanan Perusahaan di Jl. ST. SP Mulia, Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan. beberapa hari lalu.

Padangsidimpuan, KompasReal.com – Dua karyawan PT. Muncul Anugerah Sakti di Padangsidimpuan, RP dan APH, diduga disekap selama 51 hari, mulai 1 November hingga 21 Desember 2024, sehingga kehilangan hak pilihnya dalam Pilkada 2024. Kejadian ini dilaporkan ke Polres Padangsidimpuan pada 21 Desember 2024 dengan nomor laporan STPLA/242/XW/2024/5PKY/POLRES PADANG SIDIMPUAN/POLDA SUMATERA UTARA.

Kuasa hukum kedua karyawan, Bobby Batari Harahap, SH, menyatakan penyekapan ini sebagai pelanggaran serius terhadap HAM dan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

“Ini jelas pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan Undang-Undang Ketenagakerjaan,” tegas Bobby.

RP dan APH ditahan di sebuah gudang perusahaan di Jl. ST. SP Mulia, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan dengan tuduhan penggelapan uang perusahaan. Mereka dilarang berkomunikasi dengan keluarga dan dunia luar, handphone mereka disita, dan jendela ruangan disekat kayu.

Operational Manager PT. Muncul Anugerah Sakti, Prenza Welmi, membenarkan penahanan tersebut. Ia berdalih tindakan itu untuk mencegah kedua karyawan kabur dan bertanggung jawab atas dugaan penggelapan.

Welmi mengakui penyitaan barang pribadi dan pembatasan komunikasi, namun mengklaim perusahaan memberikan makan tiga kali sehari dan mengizinkan kunjungan keluarga.

Meskipun surat undangan memilih dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah sampai ke keluarga mereka, RP dan APH sama sekali tidak dapat menggunakan hak pilihnya untuk memilih Gubernur Sumatera Utara (antara pasangan Bobby Nasution-Surya dan Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala).

Ironisnya, bahkan narapidana di lembaga pemasyarakatan masih memiliki hak pilih, sementara kedua karyawan ini kehilangan hak tersebut akibat penyekapan di tempat kerja mereka.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar tentang penegakan hukum dan perlindungan hak-hak pekerja di Indonesia.

Bobby Batari Harahap mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak perusahaan dan berharap Dinas Ketenagakerjaan Kota Padangsidimpuan memberikan sanksi berat agar kejadian serupa tidak terulang.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brigjen Pol. Jermias Rontini Resmi Jabat Kapolda Papua Tengah, Putra Asli Papua yang Pecahkan Rekor
Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026
Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret
Pemerintah Siapkan Skema Komprehensif Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026
PERTAMA KALI! TNI AL Kirim Pemudik Roda Dua Lintas Pulau Jakarta-Babel dengan KRI Semarang-594
Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu
Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:09 WIB

Brigjen Pol. Jermias Rontini Resmi Jabat Kapolda Papua Tengah, Putra Asli Papua yang Pecahkan Rekor

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:08 WIB

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:57 WIB

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:22 WIB

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:16 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Komprehensif Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB