Kapolda Sumut Evakuasi Bocah Korban Dugaan Penganiayaan ke Medan

Redaksi

- Penulis

Jumat, 14 Februari 2025 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto bersama NN (10) dan rombongan saat tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

i

Keterangan Foto: Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto bersama NN (10) dan rombongan saat tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Medan, KompasReal.com – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, langsung turun tangan membantu pengobatan NN (10), bocah perempuan asal Nias Selatan yang viral diduga menjadi korban penganiayaan keluarga. Irjen Whisnu memberangkatkan NN dari Nias menuju Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Rabu (12/2/2025) pukul 14.00 WIB. NN selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapatkan pengobatan dan pemeriksaan medis lebih lanjut. Proses evakuasi ini turut dikawal ketat oleh pihak kepolisian, mendampingi NN dan ayahnya, Yarman Ndruru, dari Nias hingga tiba di Medan.

Kepala Desa Hikara, Ponisman Giawa, yang turut mendampingi NN ke Medan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian Kapolda Sumut.

“Terima kasih Bapak Kapolda Sumatera Utara Irjen Polisi Wisnu Hermawan atas kepedulian dan perhatian bapak kepada warga saya bernama NN dengan membawa berobat ke rumah sakit Bhayangkara Medan,” ujarnya kepada awak media, Rabu malam.

Di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Kabiddokkes Polda Sumut, Kombes dr. Ginting, didampingi Dokter Spesialis Orthopedi Kompol dr. Eli Safrin Almiron, menjelaskan bahwa kedatangan NN ke Medan atas arahan langsung Kapolda Sumut untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut, khususnya dari ahli tulang.

“Nanti akan dicek kondisinya untuk kemudian dilakukan tindakan selanjutnya,” jelas Kombes Martinus Ginting.

Selama menjalani perawatan di Medan, NN didampingi oleh PKPA Nias Festin Halawa, personel Polres Nias Selatan Briptu Dias Nasution, Ketua AMS XII Medan Simson Sinambela, bendahara Lingchen, dan pengurus AMS XII Mareti Laia.

Kasus ini bermula dari viralnya video NN di media sosial pada 26 Januari 2025, yang diduga menjadi korban penganiayaan keluarganya.

 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Curi 3 Meteran Air PDAM, Pengangguran di Padangsidimpuan Ditangkap Satreskrim
Heboh Klaim “Verifikasi DNA Aset Nusantara” di Swiss, Pakar Minta Publik Tetap Kritis
Sidang Kasus Korupsi Chromebook Memasuki Tahap Tuntutan
Polisi Gerebek Markas Judi Online di Jakarta, 321 WNA Diamankan
Tiga Pelaku Pungli di Jalinsum Sipirok Diamankan Polisi, Diperingatkan Tak Ulangi Aksi
Detik-Detik Penangkapan Oknum Kiai Diduga Lecehkan Puluhan Santri, Warga Geger
Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas
Supervisi Ditlantas Polda Sumut di Polres Tapsel, Perkuat Kinerja dan Keselamatan Lalu Lintas 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:33 WIB

Curi 3 Meteran Air PDAM, Pengangguran di Padangsidimpuan Ditangkap Satreskrim

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:19 WIB

Heboh Klaim “Verifikasi DNA Aset Nusantara” di Swiss, Pakar Minta Publik Tetap Kritis

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:01 WIB

Sidang Kasus Korupsi Chromebook Memasuki Tahap Tuntutan

Senin, 11 Mei 2026 - 08:07 WIB

Polisi Gerebek Markas Judi Online di Jakarta, 321 WNA Diamankan

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:54 WIB

Tiga Pelaku Pungli di Jalinsum Sipirok Diamankan Polisi, Diperingatkan Tak Ulangi Aksi

Berita Terbaru