Nilai Tukar Rupiah Menguat, Omongan Menkeu Terbukti

KompasReal.id

- Penulis

Selasa, 30 September 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

binary comment

i

binary comment

KompasReal.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini, Senin (29/9/2025). Penguatan rupiah tak lepas dari kepastian kebijakan fiskal yang dijelaskan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah pada pembukaan perdagangan berada di posisi Rp16.640/US$ atau menguat tajam hingga 0,51%. Setelah pada akhir pekan lalu, Jumat (26/9/2025) rupiah ditutup menguat tipis 0,06% ke level Rp16.725/US$.

“Saya lihat ada inflow di pasar keuangan setelah perkembangan mengenai fiskal, ternyata sudah ada yang clear, terutama terkait dengan kebijakan untuk deposito 4% valas, itu kelihatannya sudah clear,” ungkap Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto dikutip, Senin (29/9/2025).

Sebelumnya ada kekhawatiran pelaku pasar mengenai kebijakan fiskal pemerintah. Pasar menduga Purbaya memerintahkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menaikkan bunga deposito valuta asing (valas) menjadi 4% secara serentak per November 2025 seiring dengan rencana menarik dana orang Indonesia yang disimpan di negara lain.

Hal ini yang kemudian dibantah oleh Purbaya. Rencana tersebut masih dikaji oleh pemerintah dan akan didiskusikan dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kenaikan bunga deposito valas menurut Purbaya juga tidak tepat dalam kondisi sekarang, sebab deposito rupiah bisa beralih kepada valas dan memperlemah nilai tukar rupiah. Himbara kini sudah membatalkan rencana kenaikan tersebut.

Myrdal menambahkan, penguatan rupiah juga didukung oleh imbal hasil yang menarik dan surplus neraca dagang pada September 2025.

“Ini kelihatannya ada imbas trade surplus bulan September, jadi dananya masuk dan ini ada pengaruh juga terhadap penguatan rupiah,” ujar Myrdal.

Tak hanya obligasi, Myrdal menilai pasar saham Indonesia juga menunjukkan tren peningkatan. Para investor asing dinilai banyak memburu saham-saham sektor perbankan, energi, hingga emiten yang terkait dengan program prioritas pembangunan pemerintah.

Baca Juga :  KPK Kembali Aktif: Geledah PT Wanatiara Persada dan Terkait Ditjen Pajak

“Termasuk juga saham energi. Harga batubara secara global juga naik, termasuk juga saham minyak. Jadi itu yang membuat kenapa kalau kita lihat secara keseluruhan, ada flow yang membuat rupiah mengalami penguatan pada hari ini,” ujarnya.

Situasi rupiah hari ini sebenarnya sudah diprediksi oleh Purbaya akhir pekan lalu. Pelemahan rupiah disebabkan kesalahpahaman pelaku pasar mengenai rumor yang beredar.

“Rabu mesti udah balik. Hitungan saya yang jelas gini, fondasi ekonomi kita akan membaik terus ke depan. Kita menjalankan kebijakan untuk mendorong ekonomi, enggak main-main. Bank Sentral juga sinkron dengan kami, tujuannya sama. Menjaga stabilisasi ekonomi dan menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat. Supaya kita semua kaya bareng-bareng lah gitu,” ucap Purbaya.

“Tapi kurs rupiah akan jauh lebih kuat dibanding sekarang. Kalau Anda pemain forward looking, kira-kira tahu signal apa yang mesti diambil. Atau posisi apa yang mesti diambil. Ini sinyal kuat sekali kan dari saya. Dan saya kalau jalanin enggak main-main kan,” tegasnya.

sumber: CNBC Indonesia 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brigjen Pol. Jermias Rontini Resmi Jabat Kapolda Papua Tengah, Putra Asli Papua yang Pecahkan Rekor
Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026
Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret
Pemerintah Siapkan Skema Komprehensif Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026
PERTAMA KALI! TNI AL Kirim Pemudik Roda Dua Lintas Pulau Jakarta-Babel dengan KRI Semarang-594
Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Lucky Avianto Tinjau Langsung Pos Kotis Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali di Papua Selatan  
252 SPPG DI SUMUT DI TUTUP, 6 SPPG DIANTARANYA DI TAPSEL DAN PADANGSIDIMPUAN
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:09 WIB

Brigjen Pol. Jermias Rontini Resmi Jabat Kapolda Papua Tengah, Putra Asli Papua yang Pecahkan Rekor

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:08 WIB

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:57 WIB

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:22 WIB

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:16 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Komprehensif Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB