Tangis Haru Menyambut Kebebasan Mustapa Kamal Siregar, ASN BKD Sidimpuan, Status Tersangka Dicabut

Redaksi

- Penulis

Senin, 5 Agustus 2024 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mustapa Kamal Siregar, Kepala Seksi Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Padangsidimpuan,  dibebaskan dari Lapas Klas II B Padangsidimpuan setelah dinyatakan tidak sahnya Surat Penetapan Tersangka dan Surat Penahanan terhadap dirinya.

i

Mustapa Kamal Siregar, Kepala Seksi Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Padangsidimpuan, dibebaskan dari Lapas Klas II B Padangsidimpuan setelah dinyatakan tidak sahnya Surat Penetapan Tersangka dan Surat Penahanan terhadap dirinya.

KompasReal.com, Padangsidimpuan, Pintu gerbang Lapas Klas II B Padangsidimpuan terbuka, menuntun Mustapa Kamal Siregar ke pelukan hangat keluarga dan tim kuasa hukumnya. Tangis haru pecah, memeluk erat sosok yang telah sebulan mendekam di balik jeruji besi. Senyum lega terpancar di wajah Mustapa, Kepala Seksi Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Padangsidimpuan, saat ia melangkah keluar dari lapas, Senin (5/8/2024) sore. Seolah beban berat terangkat dari pundaknya, tatapannya mencari sosok-sosok terkasih yang menanti di luar.

“Alhamdulillah, saya bersyukur atas putusan hakim,” ujar Ria Anggiana, istri Mustapa Kamal Siregar, dengan nada haru. “Saya banyak berterima kasih kepada Hakim Praperadilan yang telah mengabulkan tuntutan suami saya. Juga kepada pengacara saya dari Kantor Hukum Marwan Rangkut & Fekan yang telah berjuang dalam gugatan praperadilan ini. Atas putusan itu, Kajari Sidimpuan diperintahkan untuk mengeluarkan suami saya dari tahanan.”

Marwan Rangkuti, kuasa hukum Mustapa, menatap kliennya dengan tatapan penuh makna. “Ini adalah kemenangan bagi keadilan,” ucapnya, suaranya bergetar menahan emosi. “Kami telah berjuang keras untuk membuktikan bahwa Mustapa tidak bersalah.”

Sejak 3 Juli 2024, Mustapa mendekam di lapas atas dugaan tindak pidana korupsi. Namun, melalui proses praperadilan, Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, Irfan Hasan Lubis, menyatakan Surat Penetapan Tersangka dan Surat Penahanan terhadap Mustapa tidak sah dan batal demi hukum.

“Putusan hakim ini menunjukkan bahwa proses penetapan tersangka dan penahanan terhadap Mustapa tidak sesuai prosedur,” tegas Marwan Rangkuti. “Kami berharap kasus ini bisa segera diselesaikan dengan adil dan transparan.”

Mustapa diantar pulang oleh keluarga dan kuasa hukumnya. Mereka berharap agar Mustapa dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heboh Klaim “Verifikasi DNA Aset Nusantara” di Swiss, Pakar Minta Publik Tetap Kritis
Sidang Kasus Korupsi Chromebook Memasuki Tahap Tuntutan
Polisi Gerebek Markas Judi Online di Jakarta, 321 WNA Diamankan
Tiga Pelaku Pungli di Jalinsum Sipirok Diamankan Polisi, Diperingatkan Tak Ulangi Aksi
Detik-Detik Penangkapan Oknum Kiai Diduga Lecehkan Puluhan Santri, Warga Geger
Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas
Supervisi Ditlantas Polda Sumut di Polres Tapsel, Perkuat Kinerja dan Keselamatan Lalu Lintas 2026
Polsek Padang Bolak Ringkus Pengedar Sabu di Simangambat, Satu Pelaku Lolos dari Kejaran Polisi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:19 WIB

Heboh Klaim “Verifikasi DNA Aset Nusantara” di Swiss, Pakar Minta Publik Tetap Kritis

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:01 WIB

Sidang Kasus Korupsi Chromebook Memasuki Tahap Tuntutan

Senin, 11 Mei 2026 - 08:07 WIB

Polisi Gerebek Markas Judi Online di Jakarta, 321 WNA Diamankan

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:54 WIB

Tiga Pelaku Pungli di Jalinsum Sipirok Diamankan Polisi, Diperingatkan Tak Ulangi Aksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:58 WIB

Detik-Detik Penangkapan Oknum Kiai Diduga Lecehkan Puluhan Santri, Warga Geger

Berita Terbaru