Gempa Berkekuatan M 3,2 Guncang Tapanuli Utara, Warga Sempat Panik Namun Tak Ada Korban Jiwa

Redaksi

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KompasReal.com,Tapanuli Utara– Guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,2 mengguncang wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Kamis pagi (6/11/2025) sekitar pukul 07.18 WIB. Meski getarannya terasa hingga beberapa kecamatan, pihak BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami maupun kerusakan serius.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Deliserdang, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa pusat gempa berada di darat pada koordinat 2.02 LU dan 98.96 BT, atau sekitar 11 kilometer barat laut Tapanuli Utara, dengan kedalaman 7 kilometer. “Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal di wilayah Tapanuli Utara. Berdasarkan laporan masyarakat, getaran dirasakan dengan skala MMI II hingga III di wilayah Tarutung dan sekitarnya,” ujar Teguh Rahayu.

Warga di beberapa titik seperti Tarutung, Siatas Barita, dan Sipoholon mengaku sempat panik dan berhamburan keluar rumah ketika merasakan getaran. Namun tidak lama kemudian situasi kembali normal. Petugas BPBD Tapanuli Utara langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi dan memastikan tidak ada laporan kerusakan pada rumah warga maupun fasilitas umum.

Kepala BPBD Tapanuli Utara, Bantor Lumbantoruan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG dan pemerintah desa untuk mengantisipasi gempa susulan. “Kami telah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, namun waspada. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa,” ungkap Bantor.

Meski tergolong ringan, BMKG mengingatkan agar masyarakat di kawasan pegunungan Tapanuli Utara tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana ikutan seperti longsor, terutama saat musim hujan. BMKG juga mengimbau warga untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber resmi.

Kegiatan masyarakat pun berangsur normal pada siang hari. Aktivitas pasar, sekolah, dan perkantoran tetap berjalan seperti biasa. Pemerintah daerah berterima kasih atas kesiapsiagaan warga dan aparat desa yang sigap merespons setiap potensi bencana. Dengan kondisi geologis yang kompleks, wilayah Tapanuli Utara memang dikenal aktif secara tektonik, sehingga pemantauan BMKG menjadi langkah penting menjaga keselamatan warga.  (KR03)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, Polwan Karo yang Memimpin Samosir dengan Kepemimpinan Humanis
Ramadan Berbagi: IPK Eks Barteng dan Polsek Barumun Tengah Sebarkan 300 Paket Takjil ke Pengguna Jalan
Kadis Perhubungan Padangsidimpuan Jadi Tersangka Korupsi Parkir, Diduga Serap Rp432,4 Juta Dana Retribusi
Apresiasi untuk Penertiban PETI Madina, GAPERTA Dorong Tindaklanjuti ke Angkola Selatan
Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, tetap mempertahankan Surat Edaran
Wali Kota Medan Terbitkan Surat Edaran Penataan Penjualan Daging Non-Halal, Bukan Larangan Total
Aksi Protes Warga Tak Digubris, Truk Bermuatan Pasir Terperosok di Jalan Negeri Lama
Salat Tarawih Pertama, Bupati Madina Mengajak Masyarakat Tingkatkan Ibadah Selama Ramadhan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:19 WIB

AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, Polwan Karo yang Memimpin Samosir dengan Kepemimpinan Humanis

Senin, 16 Maret 2026 - 19:09 WIB

Ramadan Berbagi: IPK Eks Barteng dan Polsek Barumun Tengah Sebarkan 300 Paket Takjil ke Pengguna Jalan

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:26 WIB

Kadis Perhubungan Padangsidimpuan Jadi Tersangka Korupsi Parkir, Diduga Serap Rp432,4 Juta Dana Retribusi

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:28 WIB

Apresiasi untuk Penertiban PETI Madina, GAPERTA Dorong Tindaklanjuti ke Angkola Selatan

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:48 WIB

Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, tetap mempertahankan Surat Edaran

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB