Akhirnya,buka suara, direktur RS permata Madina pilih konsentrasi Hadapi somasi kasus amputasi pasien RSH

KompasReal.id

- Editor

Rabu, 1 April 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Direktur Rumah Sakit Permata Madina di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Evan Doni mengaku saat ini fokus menghadapi somasi yang diterima pihaknya.

 

Dia pun meminta diberikan waktu untuk konsentrasi menghadapi hal tersebut. “Saya kira sudah lengkap dan viral beritanya.

 

Jadi, izinkan kami utk konsentrasi menghadapi somasi yg sudah kami terima,” kata Doni ketika dikonfirmasi pada Selasa, 31 Maret 2026.

 

Doni pun menolak memberikan keterangan terkait adanya dua somasi yang mereka terima pada Senin, kemarin. Dari lima kali konfirmasi, termasuk sejak RSH, pasien yang tangannya terpaksa diamputasi akibat pembengkakan setelah dirawat di RS Permata Madina, baru kali ini dia memberikan jawaban.

 

Untuk diketahui, keluarga RSH melayangkan somasi setelah mediasi beberapa kali tak berujung pada kesepakatan terhadap penanganan korban usai diamputasi.

 

Orang tua korban merasa pihak rumah sakit tidak benar-benar menunjukkan iktikad baik.

RSH pada awalnya dibawa ke RS Permata Madina setelah jatuh di rumahnya. Diagnosa awal pasien mengalami masalah pada lambung dan menerima suntikan infus di tangan kiri. Pada prosesnya, tempat penyuntikan infus tersebut mengalami pembengkakan sehingga terpakasa suntik dipindahkan ke tangan kanan.

Ternyata, bengkak tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda sembuh. Justru, di beberapa bagian tangan, utamanya jari-jari, menjadi lebam kehitam-hitaman. Melihat hal itu, orang tua RSH kembali membawa dia ke RS Permata Madina dan terpaksa harus melalui operasi.

 

Namun, kondisi tangan korban tidak membaik sehingga pihak rumah sakit memutuskan pasien harus dirujuk. Keluarga RSH memilih tempat rujuk ke RS dr. M. Djamil di Padang, Sumbar. Setelah melewati pemeriksaan, akhirnya diputuskan tangan kiri korban terpaksa diamputasi.

Baca Juga :  Diduga Tersinggung Pemberitaan, Hendrik Gulo Sampaikan Keberatan kepada Wartawan Lewat WhatsApp

Lebam dan pembengkakan juga terjadi di tangan kanan, tapi kondisinya tidak separah di tangan kiri sehingga masih bisa diobati tanpa harus amputasi. Intinya, RSH masuk rumah sakit karena asam lambung, tapi keluar dengan tangan sudah dipotong.

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Ikan Mera Mati di Lubuk Larangan Tambangan Jae, Kades Imbau Aktivitas Dompeng Dihentikan
Konfirmasi Belum Ditanggapi, Dugaan PETI di Sipogu Masih Menunggu Klarifikasi
Dinas PUPR Madina dan Insan Pers Perkuat Sinergi Dorong Siabu Jadi Lumbung Pangan Tabagsel
SMA Negeri 1 Sinunukan Bersholawat, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda
Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan
Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Semangat Gotong Royong Masyarakat Menguat
Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Pemkab Madina Dorong Semangat Kebersamaan
Camat Linggabayu Turun Tangan Bersihkan Batang Kayu yang Tutup Jalan Desa Sikumbu
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 15:12 WIB

Puluhan Ikan Mera Mati di Lubuk Larangan Tambangan Jae, Kades Imbau Aktivitas Dompeng Dihentikan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Konfirmasi Belum Ditanggapi, Dugaan PETI di Sipogu Masih Menunggu Klarifikasi

Senin, 14 September 2026 - 20:06 WIB

Dinas PUPR Madina dan Insan Pers Perkuat Sinergi Dorong Siabu Jadi Lumbung Pangan Tabagsel

Minggu, 13 September 2026 - 23:47 WIB

SMA Negeri 1 Sinunukan Bersholawat, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda

Minggu, 13 September 2026 - 21:44 WIB

Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan

Berita Terbaru